Kumpulan Cerita Muda Mudi

Showing posts with label Tante Girang. Show all posts
Showing posts with label Tante Girang. Show all posts

Friday, 16 June 2023

Menikmati Tubuh Montok Tante Diva

Menikmati Tubuh Montok Tante Diva

Menikmati Tubuh Montok Tante Diva

Cerita Hot Menikmati Tubuh Montok Tante Diva
- Namaku Hardi Umurku masih 19 tahun aku tinggal di Bandung. Aku tinggal di komplek Perumahan disitu dihuni banyak sekali keluarga termasuk yang satu ini. Tetanggaku Seorang Suster Rumah Sakit. Dia sudah mempuyai suami dan anak mereka adalah keluarga yang harmonis sampai suatu saat Sang Istri Selingkuh denganku.

Namanya Diva Dia Sungguh Cantik Dan Menawan Sekali. Lekuk tubuhnya yang sangat Profesional Sungguh menarik perhatianku. Hampir Setiap Hari aku selalu memandangi tubuhnya saat Diva pergi Kerja. Ada pikiran kotorku menghayalkan Aku bisa Bersetubuh dengannya karena tubuhnya yang Bagus.

Ketika itu aku sedang jalan2 keluar lalu setidaknya lewat dari rumah Diva aku melihatnya sedang bermain dengan anaknya dihalaman rumah, Aku mendatanginya sekalian Silaturahmi

“Lagi asik nih main main sama anaknya”

“Eh.. Ada Hardi nih. Lagi Semangat2nya sih Dimas” katanya membereskan mainan Dimas

“Oh masuk dulu Rad, aku tidurin Dimas duulu soalnya ” katanya seraya lalu.

Lalu aku masuk kedalam dan duduk diruang tamunya sambil menunggu Diva menidurkan Anaknya, Karena aku bosen aku obrak-abrik Tempat kasetnya lalu aku menemukan DVD Porno Milik Diva aku mendapatkan banyak sekali DVD karena aku sibuk dengna DVD tanpa sadar Diva Sudah berdiri dibelakangku lama melihatku mengobrak DVDnya

“Kamu sudah tau yah Ran, Iyah ini beberapa Koleksiku ketika Suamiku tidak memberi Jatah padaku” katanya Aku hanya diam memandangi wajahnya yang semakin berbinar melihatku

“Maaf yah Aku nggak sengaja nemu,”

“Iya Nggak masalah kok kalau kamu mau mutar, nggak masalah kok” katanya mengambil Salah satu DVDnya dan diputar

Aku duduk diam seperti patung melihatnya memutar DVD porno itu, Tapi yang membuatku tidak menyangka adalah Diva berani membuka baju dan celananya didepanku, Ntah karena apa aku tidak tau

Cerita Lainnya:   Cerita Enak Selingkuh Membawa Nikmat

“Sudah tidak usah benggong, kamu nikmati aja” katanya tersenyum

“Ntar ketahuan sama suami kamu Div” kataku


“nggak usah takut, pokoknya Tubuh ini milik kamu sayang!” jawabnya mendekatiku dan duduk dipangkuanku sambil mengesek2 pantanya dikontolku

“Aaahh! Div?. Kamu beneran ini?” kataku

“Iyah beneran dong, ini masih permulaan kok. Kita bakal lebih dari ini kalau bisa tiap hari” katanya mencium bibirku sekilas

“Sorry ya Har, Tante inginkan ganti baju dulu,” kata Tante Diva lagi.

Wah saat tersebut aku tambah deg-degan, soalnya di Rumah hanya aku dan dia!

“Bukain Dalaman Aku dong Ran” katanya meraih tanganku ke bra dan cd nya

“Aah..Kamu semok banget! Aku entotin kamu yah” kataku.

“Iyah terserah kamu mau apaain memek aku” jawabnya dengan halus.

“Sepongin kontol aku dong,” kataku

“Ah kamu nakal banget,” katanya sambil meraih keluar kontolku dari celana boxerku. mulai dimasukan kedalam mulutnya dan dihisap pelan2 dari batangku ke kepala kontolku dihisap terus dan dijilat sesekali lubang kencingku dihisap dan dimainkan dengan lidahnya

“Oohh..Hisapan Kamu hebat banget! nikmatnya sampai ke ubun2” Hisapnya tak henti menjilati batangku dengan kuat aku hanya meringis dan memaju mundurkan kepalanya dikontolku

“Mmmhh..Ssrupphh…Srupphh Clok Clok” bunyi dari mulutnya yang lahap sekali melumat penisku

“Gantian dong tiv, Aku pengen jilat memek kamu” kataku menarik tubuhnya dan membuka lebar pahanya kuturunkan CDnya yang sudah becek lalu langsung kujilat bibir kemaluannya dan klistorisnya yang sudah membesar

“Oohh..Oohh… Hardii Eeenak, Iyahh disitu Jilat” ringis Diva menikmati sensasi luar biasa


Diva mengangkat pinggangnya dan mendorong tubuhku rebahan disofa lalu Diva naik keatas pahaku dan mengosok memeknya dengan kepala kontolku wajah Diva sangat Terangsag sekali, Pelan2 dimasukan batangku kedalam liang kemaluannya yang Hangat dan Lumer dengan cairan kewanitaanya, Diva langsung mempompa Memeknya naik turun dengan kencang karena nafsunya sudah sampai keubun2

Cerita Lainnya:   Cerita Godaan Ibu Kost Yang Seksi

“Aaahh…Aahh Iyahh.. Hardi Eenakk.. Iyyahhh” desahnya tak karuan

“Enjot terus Div, eenak banget.. mem..ek kamu ma..sih jep..it sekali” kataku terbata2

Setelah 20menitan Diva tak berhenti mengenjot kontolku dengan kuat dan kencang Dia pun Orgasme Dengan kuat di semburnya Semua cairannya keluar membasahi kontolku

“Harrrdiiii kamu.. akh.. ah.. ah..” Diva terus mengenjot tak henti walaupun sudha keluar
Batangku serasa ditarik kedalam memeknya dan dipijat2 oleh dingding kemaluannya yang becek dan hangat sekali rasanya aku ingin sekali munnncrattt!

“Akkk..uu mau keluar Diva… Aku keluarin didalam aja yah” kataku dia hanya menganggukan kepalanya dengan manis

“aArrrhh” aku pompa dari bawah dengan kuat dan kuhujamkan sekali dorongan ke rahimnya dan kusemburkan semua maniku didalam memknya

“Divaa… Uuuggghh Eenakk banget” aku mencium lehernya

“Kamuu hebatt banget, Kamu mau kan kalau aku ajak ngewe lagi” jawabnya mesra.

“Akh.. oh.. oh.. Maau Dong, Memek kamu Sempit banget” kataku

“Dasar! Anak muda Nakal!” katanya mulai lagi memompa naik turun dengan pelan2 namum sangat nikmatt

Kami pun terus melakukan Persetubuhan dirumah Diva Sampai Ntah sudah berapa kali kami Orgasme bersaaamaan.

Godaan Ibu Kost Yang Seksi

Godaan Ibu Kost Yang Seksi

Godaan Ibu Kost Yang Seksi

Cerita Hot Godaan Ibu Kost Yang Seksi
- Namaku Sammy Aku kuliah di Universitas di kota S aku ngekost karena rumahku sangat jauh dari kampusku maka aku putuskan untuk ngekost saja, Dan kebeneran aku mendapatkan Kost-an yang pemiliknya adalah Bu Rissa Seorang Wanita cantik Umurnya sudah 37 tahun tetapi masih mengairahkan karena masih kencang dan semok tidak ada tampak tua. Maka dari situlah aku menjadi tertarik dan berhubungan sex dengannya

Saat itu aku sedang berbaring dikamarku karena Kampus libur sekiranya aku sangat bosan sekali dikamar. Lalu aku melirik ke Jendela kamarku aku melihat seorang wanita yang sedang menjemur pakaian dihalaman rumahnya yang ternyata adalah Bu Rissa. Setiap Gerakan saat dia menjemur baju membuatku panas dan horny saat dia mengambil pakaian basahnya daribawah dengan posisi nungging terbentuklah Pantat bahenolnya Dan Belahan Dadanya.

Jantungku Berdegup kencang karena sekilas kulihat dia tidak memakai Bra jadi tampaklah sepasang Payudara yang dihiasi Puting yang Putih coklat. Kontolku langsung menegang membayangkan aku sedang menjepit kontolku dengan payudaranya dan kukocok. lalu aku mempuyai Rencana Kotor untuk bisa menyetubyuhi Bu Rissa

Aku keluar dari kost-ku dengan memakai Celana pendek dan kaos singlet, Aku membuntuti Bu Rissa yang sedang mengarah kebelakang rumahnya kurasa ingin melanjutkan cuciannya yang lain, Pelan2 kuikuti dia masuk kedalam kamar mandi belakang rumahnya lalu melepaskan bajunya dan celananya, Aku Terkejut Melihat Tubuh Bu Rissa yang tidak terbalut apapun lagi Karena dia tidak Memakai Dalaman apapun.

Aku melihat Bu Rissa duduk diatas bak mandi sambil mengangkang Lalu memasukan jarinya kedalam memeknya yang terlihat masih mulus ditumbuhi jembut yang lebat, Aku melihatnya tak berpikir apa2 lagi langsung kukeluarkan Handphoneku dan kurekam Aksi Bu Rissa yang sayang untuk dilewatkan, Sambil aku mengeluarkan batangku juga sambil merekam Bu Rissa Mastrubasi aku juga mengocok kontolku yang taktahan

Kudengar Bu Rissa Mendesah2 Keenakan, Aku terus merekam sambil ngocok tak sadar aku juga ikut mendesah karena menikmati kondisi yang sungguh nikmat ini. Sontak membuat Bu Rissa Terkejut dan bangkit melihat keluar kamar mandi itu membuatku lari kembali ke kostku.

Setelah itu aku tidak menampakan diri kepada Bu Rissa namum dua hari setelah itu Bu Rissa mencariku namun takpernah jumpa dan akhirnya aku memutuskan untuk menemuinya dirumahnya

“Permisi? Bu Rissa?” aku mengetuk rumahnya

“Iyah, Masuk Sammy” aku terkejut dia tau darimana aku yang mengetuk

“Boleh Saya ngomong sebentar didalam Bu Ris?” Dia Menganggung sambil menarik tanganku masuk kedalam dan menutup pintu kayu rumahnya

“Kamu mau ngomong apa Sam?” tanyanya mendekatiku dengan gaya nakal seperti nungging tetapi kepalnya mengarah kepadaku

“Mmhh…Begini Bu Saya Mau Minta Maaf soal Kejadian kemarin” Kataku dengan tegas, dia hanya diam dan tersenyum sambil duduk disampingku dengan baju daster yang sedikit tersingkap sampai memperlihatkan phanya yang putih mulus

“Ohh masalah kemarin yah? Sudah lupakan saja. Saya tau tujuan kamu kesini ngapain kok” katanya sambil tertawa kecil

“Saya kemari hanya ingin minta Maaf bu” kataku tak sengaja melirik pahanya yang mulus tersingkap hampir sampai ke pangkal pahanya membuat kontolku menegang lagi

Cerita Lainnya:   Cerita Hot Aku Rela Demi Sebuah Kenikmatan

”Sudah2, Saya tau kamu menginginkan ini kan?” katanya sambil meremas payudaranya dan Mengelus memeknya disudut sofanya

“Ee..hh Nggak Bu Ris, Maaf” tapi mataku malah memelak memandangi susana ini tapi tetapi kutahan Bu Ris terus memancingku untuk menikmati tubuhnya

Setelah beberapa menitan aku melihat kondisi ini Nafsuku mengalahan pikiranku, langsung kudekati tubuh Bu Rissa yang sedang horny lalu kulumat bibirnya tanganku meremasi payudaranya langsung. Buk Rissa hanya diam tanpa kata dengan mata yang sayu menatapku

Kurasakan bibirnya yang hangat menyentuh bibirku dengan lembut. Ketika kurasakan lidahnya mencari-cari lidahku dan maka kusambut dengan lidahku pula, aku melayani hisapan-hisapannya dengan penuh gairah. Batangku menempel dipahanya yang bener2 lembut tangan kirinya mengelus kemaluanku dari balik celana.


Kupeluk tubuhnya, kuusap punggungnya dari dalam bajunya dan terus ke bawah kearah pantatnya yang semok. tanganku masuk kedalam celannya dan kuremas2 pantatnya sammbil kugoyang2 naik turun.

“Kamu Senangkan begini? Berikan aku kepuasaan yah Sam” dia meminta.

“Aku nggak bakal buat Bu Ris Kecewa asalkan Bu Rissa mau Kapan aja Aku ajak Ngewe” Dia hanya menganguk dan mencium pipiku tanganya terus meremas2 kontoku dan perlahan seletingku dibukanya

“Aku jilat punya kamu yah Ris?” aku langsung turun kearah selangkagannya dan menyingkapkan dasternya kulihat CDnya sudah basah lalu kujilat pinggiran memeknya yang wangi khas wanita

“Aahh..Gelii,” katanya.

Tanpa menunggu lagi tanganku sudah melucuti semua Dasternya dan Dalamannya, Sekrang Dia sudah Utuh Telanjang. Payudaranya yang putih, sedangkan memeknya yang menggunduk nampak merekah diantara kedua pahanya sangat mulus.

Dilepaskannya celana dalamku yang sudah terlihat jelas kontolku mengacung sekali. Kontolku sudah membesar dan Mengeras sekali karena dielus oleh tangan lembut Bu Rissa kepalanya yang sudah memerah menyala siap untuk menghujam lubang kewanitaan Bu Ris yang Nampaknya legit

Bu Ris membungkuk dan mulai memasukan kemaluanku dimulutnya….Kepalaku langsung membesar karena merasakan kehangatan mulut, Bu Ris memaju mundurkan kepalanya dikontolku.

“Ooogghh… Hisapp Terus Bu Ris” rintihku sambil mencengkram rambutnya tanpa sadar.

Aku semakin menggeliat geliat, lidahnya menggeser makin ke atas ke arah kepala kontolku, kupegang kepalanya makin erat seolah Aku entot mulutnya. Bu Ris Tak henti menyedot dan menjilat kontolku, dikuluumnya kontolku dalam dalam hingga terasa dinding tenggorokannya menyentuh kepala kontolku, dan aku semakin merintih kenikmatan. Berapa lama dia menggeserkan lidahnya di atas kepala kontolku yang makin membengkak.

Karena kenikmatan itu, tanpa terasa aku telah menggoyang pantatku, kadang kuangkat kadang ke kiri dan ke kanan. Bu Ris melakukan sedotan kecil di liang kontolku, kadang disedot kencang, kadang dipermainkan dengan ujung lidah. Kenikmatan yang kudapat luar biasa, gerakanku makin tak terkendali,

“Buuu… aduh.. Buuu… akku keluar…” Kuangkat tinggi tinggi pantatku, aku sudah siap untuk berorgasme, tapi pada saat yang tepat dia melepaskan kuluman di kontolku.

Dia menarikku bangun dan menyorongkan kemaluannya yang gemuk itu kemulutku.

”Gantian Sekarang kamu jilatin memek aku yah” Kutangkap pantatnya, terasa empuk dan hangat dalam pelukanku. Bu Rissa sudah terlentang dengan membuka kedua pahanya selebar lebarnya,sehingga lubang memeknya yg coklat kemerah merahan nampak terbuka dihadapanku, dan posisiku segera membungkuk siap untuk menjilat kelaminnya.

Cerita Lainnya:   Cerita Hot Selingkuh Membawa Nikmat

Birahiku sudah sampai puncak. Kutelusuri pangkal kemaluannya dengan lidahku dari pangkal sampai ke sisi memeknya yang mengkilat berkali-kali.

“Ahhh… Enak sekali Jimm Ooohh” dia berdesis. Kemudian kujilat klitorisnya dan kusedot-sedot dengan lidah sedangkan lubang kemaluannya kuelus dengan jariku.

“Awww Uhhh Eennaakk…Mmmhhh..Sshhhtt” desahnya terus panjang

Suara desahan Bu Rissa membuatku tidak tahan menahan birahi. aku menyelesaikan permainku dimekinya, kulihat memeknya berlendir yg merah melongo persis di depan depan kontolku.

“Bu Rissa, aku masukin sekarang yah, Pengen banget nih” Dia hanya tersenyum.

“Pelan2 aja yah, Biar lebih nikmat”


Aku sudah tidak lagi mendengar kata-katanya. Kupegang kemaluanku, kutempelkan pada bibir kemaluannya, kusapu-sapukan sebentar di klitoris dan bibir bawah, dan… oh, ketika kepala kemaluanku kumasukan dalam lubangnya, aku hampir terbang. ujung kemaluanku masih menancap dalam lubang vaginanya. Kurasakan kedutan-kedutan kecil dalam kepala kontolku,

Kuangkat sedikit pantatku,kugesekan itu di bibir dalam klitoris dan bibir dalam memeknya yang hangat, Kudorong pinggulku ke bawah makin dalam, separuh batang kemaluanku sudah melesak dalam kemaluannya. Kutekan seluruh pantatku sehingga terasa seluruh batang menacap sepenuhnya di dalam memek Bu Ris

“Iyah jangan ragu, Tusuk lebih dalam sayang.. oohh enjott sayang!!” rintih Bu Ris aku meremas payudaranya sambil mengoyang memeknay maju mundur dengan cepat

“Yahh..yaahh…yaahh!! Lebih dalam mentok sampai rahim aku…Ooohh.Oooh..Oohh”rancaunya

“Eennakk Bukan main Bu Ris… Aahh…Uuuhh…” bunyi paha kami bertabrakan sampai berbunyi !plok plok plok plok!

Kulepas kembali…kumasukan lagi..kulepas…,kumasukan lagi..begitu berulang ulang…

“Oohh..Gilaa jangan siksa aku dalam kenikmatan gini, Aahh..Aahhh..Aahhh”

Kudengar Bu Ris mendesis-desis, payudaranya kuremas-remas dan membuatnya semakin merintih-rintih ketika dalam tusukanku itu. Dia Mengoyangkan pinggulnya keatas dan kebawah membuat aku merasa semakin nikmat kugoyang semakin cepat terus sampai akhirnya sekali hentakan

Kupeluk tubuhnya wajahku kubenamkan di payudaranya sambil putingnya kuhisap2 lalu kupercepat goyanganku sampai Bu Ris terus merintih kesakitan tetapi nikmat saat aku menghujam terus menerus tanpa henti mekinya sampai akhirnya aku tak tahan lagi akhirnya muncratlah spermaku didalam memeknya yang dibarengi Muncrat Mani Bu Ris

Aarrrgghh….ooooohh..mmmmhh” aku mengejang sejadi jadinya merasakan nikmat yg tak terhingga yg menguasai kontolku.

Kutekan kontolku memenuhi memeknya, kedutannya keras sekali, nikmat sekali. Dan hampir bersamaan dari dalam vaginanya terasa keluar cairan hangat, membasahi batang kontolku,lalu beberapa kali terasa kedutan kedutan kecil mulut dan dinding memeknya meremas remas batang kontolku.

“Ooouugghhh sayaa Juugga orgasmmee sayang….ooohhh”

Bu Ris juga juga mengejang,pantatnya ditekan keatas seolah ingin memasukan seluruh batang kontolku di memeknya, matanya nampak merem melek sementara mulutnya setengah terbuka. ia telah orgasme pada saat yang bersamaan denganku. Rupanya dia terangsang dengan orgasmeku.

Friday, 2 June 2023

Istri Tetangga Yang Kesepian

Istri Tetangga Yang Kesepian

Istri Tetangga Yang Kesepian

Istri Tetangga Yang Kesepian - Namaku Risma Aku berumur 32 tahun. Keseharianku hanya Dirumah. Memebersihkan Rumah, Menyiapkan Makan Keluarga, Dan lain sbagainya. Aku mempuyai seorang suami seorang Militir yang setiap jarang sekali pulang sekalinya pulang paling hanya 1 atau 2 malam saja dirumah.

itulah yang membuatku menjadi binal ketagihan selingkuh karena aku jarang sekali merasakan kenikmatan. Aku memiliki postur tubuh yang Sexy dan Semok, Toketku berukuran 36B Sintal, Bokong bulat padat, pinggul lebar.

Suatu siang hari aku sedang menyapu halaman rumah, lalu ada tetanggaku yang memang berpenampilan menawan dan elegan yang setiap pagi pergi kantor tapi hari ini dia tidak pergi kerja, lalu duduk dihalaman rumahnya dengan secangkir kopi kusapaan duluan sih pria itu

“Hmm, Siang mas lagi nyantai nih?” tanyaku

“Siang kembali mbak, Iyah nih lagi nyantai aja”, sahutnya sambil tersenyum.

“Ehm boleh ditemenin? kalau mas nggak sibuk sih” tawarku

“Gimana yah, tapi yauda silakan” jawabnya dengan ramah

“Tunggu sebentar yah mas saya masuk dulu, ganti pakaian” kebetulan pagar kami satu jadi mudah masuk kesebelah rumahnya.

Aku berjalan masuk rumah dan menganti pakaianku, aku berharap bisa mendapatkan kenikmatan bersamanya jadi munculah pikiran binalku. Aku mengenakan daster putih longgar dan tipis tetapi aku sengaja tidak memakai bra dan cd agar dia melihat kemolehkan tubuhku

“maaf yah udah nunggu lama”kataku dan dia menoleh memandang tubuhku dari ujung kaki sampai ujung kepala membuat dia tak lepas memandangi

“Ee..h.. Ii..ya Nggak papa kok” katanya dengan nada gugup

“kenapa gugup? Ada yang salah yah ?”, Kataku pura2 cemberut

“Ohh tidak kok, kamu kelihatan cantik dan sexy” pujinya

“Ah beneran? Saya sudah umur 32 tahun masa masih sintal sih?” tanyaku mengoda

“Iyah Mbak masih moleh banget, lihatin aja tuh susu kamu ada masih kencang” katanya dengan nakal

“Isshh Kamuu nakal yah, udah ngarah kesusu aku aja” kataku sembari mengelus toketku yang menonjolkan putingnya

“Udah duduk dulu, biar aku buatin minum” katanya

“Iyah deh boleh” kataku

Lalu dia jalan kebelakang membuatkan kuminuman, Tapi pikiran kotorku semakin menggila aku akan melakukan sesuatu agar dia biar nafsu melihatku. Jadi kuputuskan untuk mengangkang dihadapannya dan merunduk agar toket dan putingku kelihatan olehnya. 5 menitan dia kembali kedepan memberikanku minuman tapi sebelum dia keluar pintu aku sudah memposisikan dudukku kearah pintu dan membuka lebar pahaku agar memekku terlihat olehnya

Ketika dia berjalan kearah pintu rencanaku akhirnya berhasil dia melihat kearah memekku ditumbuhhi bulu memek yang lebat tapi rapi dia terus memandang tak henti sampai dia sabar ketika sudah sampai dihadapanku

“Ohiyah ini Tehnyaa Mbak silakan diminum”, Dia merunduk sambil meletakan tehnya tapi matanya terus saja berusaha melihat memekku

“Hey mas-nya belum punya Istri?” tanyaku

“Kebeneran untuk sekarang belum mbak, kenapa? ”,

“Tidak papa sih, Soalnya sayang aja Masaan perjaka Gini nggak ada istrinya”, kataku sambil tertawa kecil

“Bukan nggak ada yang mau mbak, cuman belum ada yang pas aja”,

“Gimanaa kalau mas nemenin Risma aja?”,

“Nemenin Ngapain yah mbak?”

“Iyah nemenin Risma Dirumah, daripada nggak ada kerjaan dimari”,

“Emang dirumah Risma Kosong? Ntar kalau Suaminya marah gimana?”

“Sudahhlah ikut saja, itu semua sudah saya atur”

“Okeedeh”,

Kami berdua berjalan masuk rumahku dengan kondisi sangat sepi lalu kuantarkan dia kekamarku dan disitulah menjadi saksi kalau kami sudah berhubungan intim


Kusuruh Ilham duduk diatas ranjang saja aku ingin kemar mandi untuk membersika ntubuuhku lagi karena aku tidak mau kalau saat ngentit tubuhku lengket. Sekitar 10 mentian aku balik kdari kamar mandi dengan hanya bertelanjang tanpa memakai apapun, lalu aku masuk kekamar yang dikejutkan lagi rupanya Ilham sudah telanjang dan tidur telentang

Cerita Lainnya:   Cerita Seru Kenikmatan Tubuh Montok Tante Reni

“Owwh, Kamu sudah tau yah apa yang mbak inginkan sayang?” tanyaku

Dia mengocok kontolnya yang lumayan besar dan panjang dan mengatakan

“Iyah tau dong, Dari tingkah mbak kelihatan banget butuh kepuasan”, katanya tertawa

“Hehe kamu pintar juga sayang, Yasudah kamu sekarang puasin mbak yah. Mbak belakangan ini cuman bisa pake dildo”, kataku merenget

 



Aku mengunci pintu kamarku lalu kubuka pakaian Ilham dia hanya diam dan mematuhi permainanku

“Mbak ayo naik sini, Aku udah nggak sabaran pengen ngerasain goyangan janda”,

Aku melangkah mendekatinya dan naik keranjang dan mendekatinya kupegang kontolnya yang hangat dan keras mulai kukocok-kocok perlahan semabri jariku mengelus memekku yang sudah gatel

“Isepin dong Mbak Risma, Sudah tegang banget ini?” mintanya sudah mulai berani sambil memandangi wajahku, dan akupun mulai menjilatinya,

Dia melepas isapan mulutnya di payudaraku dan bangun serta duduk di dekat kepalaku sambil sedikit dia memiringkan badanku kearahnya dan dengan tidak sabaran langsung saja batang penisnya yang masih setengah berdiri kupegangi dan kepalanya ku jilat-jilat sebentar dan langsung dimasukkan ke dalam mulutku. aku segera saja memaju-mundurkan kepalaku sehingga penisnya keluar masuk di mulutku.

“Aah.., ooh, Mbakk… teruss… ooh… enaaknyaa, uuuuhhhh.. oohh”, Desah Ilham sambil membelai rambut di kepalaku dan sesekali dia menjambak dan baru sebentar saja aku menghisap penisya, terasa penisnya sudah tegang sekali.

Tiba-tiba saja penisnya dikeluarkan dari muluntuku dan langsung dia berkata.

“Mbakkk…, isap.., lagii.., doong”, pintanya kepadaku. Tetapi aku menjawab dengan sedikit meminta.

“Kamuu isepin memek mbak juga dong, ini kan gatell” kataku

Ternyata dia langsung mengerti apa yang aku mau dan langsung saja dia merubah posisi dan dia menjatuhkan dirinya tiduran ke dekat kaki ku

Dengan perilakunya aku bergerak dan berganti posisi tidur di atas badan Randi sehingga Memekku tepat berada di mulutnya, maka tanpa bersusah payah dia sibak bulu-bulu vaginaku yang menutupi bibir vaginaku dengan kedua jari tangannya dan dia menjulurkan lidahnya menusuk ke dalam vaginaku yang sudah basah oleh cairan.

Ketika ujung lidahnya menyodok kelubang vaginaku, langsung saja ku menekan pantatku ke wajahnya sehingga terasa dia sulit bernafas dan langsung ku kocok-kocok Kontol Ilham.
Ketika lidahnya menjelajahi seluruh bagian vaginaku dan bibir vaginaku tetap dia pegangi, aku lalu menaik-turunkan pantatku dengan cepat dan aku merasa keenakan dijilati. Aku mendesah yang agak keras karena terlalu nikmat.

“ooh… Haammmm, aahh teruus.. hammm, aduuh… enak.. iyy..aah oohh… ooh…”, desahku. Dan sesekali clitorisku yang sedikit menonjol itu dan sudah mulai terasa mengeras, dia hisap-hisap dengan mulutnya sehingga desahan demi desahan keluar dari mulutku,

“Oooh.. iyahh.. It..il, Hisapp it..illku, enaak, Sayang”, desahku kenikmatan dengan perilakunya. Dan aku melepaskan pegangan dipenisnya Randi dan Aku menjatuhkan diri dari atas tubuhnya dan tidur telentang sambil memanggilnya.

“Iman..Oooh…ohh.. masukinn yah.. akuu..udah .gakk.tahannn”, memintaku.

Dia segera saja bangun dan membalik badannya serta dia menaiki tubuhku dan aku ketika tubuhnya sudah berada di atasku, aku membuka kakiku lebar-lebar dan dia tempatkan kakinya di antara kedua kakiku. Dengan nafas terengah engah dan mencoba memegang penisnya aku berkata,

Cerita Lainnya:   Kenikmatan Bersama Sekretaris Cantik Dan Montok

“Raann.., cepat dong, masukin. mbak sudah tidak tahan.”

“Tunggu sayang, biar Aku saja yang masukin sendiri”, katanya, tanganku yang tadi mencoba memegang penisnya tetapi rupanya aku akui sudah tidak sabaran lalu kembali aku berkata.

 



“Rann, ayoh dong, cepetaan, dimasukiin, punyamu itu!”, aku memintanya kembali.

Dan tiba–tiba Ilham memegang penisnya dan menggesek-gesekkan di belahan bibir vaginaku beberapa kali dan kemudian dia mulai menekan ke dalam serta,

“Blees”, terasa dengan mudahnya penisnya masuk ke dalam lubang vaginaku dan aku terkaget bersamaan penis masuk kedalam vaginaku.

“Aaww Aww Ilhammmmm.. Aaaww Aaahh Sshhht Enaakk Banget kontol kamu”, aku sambil mendekap Ilham erat-erat.

“Sakit, sayang?”, tanya Ilham. Dan aku hanya menggelengkan kepalaku sedikit dan aku menciumi disekitar telinganya aku pun berbisik,

“Enaak, sayang… aku bakalan ketagihann nih sama kontol…. kamuu mann….”, aku mendesis.

Dia menciumi wajahku dan sesekali dia hisap bibirku sambil dia memulai menggerakkan pantatnya naik turun pelan-pelan, aku mencengkram punggungnya Ilham dengan keras. Dan aku berkata sambil menikmati goyangan pantatnya.

“Sayang masukin dalamdalam, baru diammin saja mbak mau ngerasain kontol kamu”, pintaku sama Ilham.

Aku langsung mempermainkan otot-otot vagina kenikmatanku, kontol Ilham terasa penisnya seperti di pijat-pijat serta tersedot-sedot dan jepitan serta sedotan vaginaku semakin lama semakin kencang sehingga penisnya terasa begitu nikmat dan akupun menikmatinya.

“Oohh… sshh… mb..ak… enaknya… ooh… terus Busshh sayang, aduuh, enaak!”, Ilham merasa menikmati sedotan vaginaku.

Dan Ilham sudah tidak dapat tinggal diam saja, langsung pantatnya naik turun sehingga penisnya keluar masuk lubang vaginaku serta terdengar bunyi,

“Crreett… crettt…”, secara beraturan sesuai dengan gerakan penisnya keluar masuk vaginaku yang sudah sangat basah dan becek.

“Sayang, cabut dulu punyamu, biar aku lap dulu punyaku sebentar”, kataku sama Randi.

“Biar saja mbak… nikmat begini kok”, sahutnya sambil meneruskan gerakan penisnya naik turun semakin cepat dan aku tidak memperhatikan jawabannya karena merasa kenikmatan yang sangat enak.

“ooh… sshh… aakk, aduuh, terusinn sayang ooh..”,

Sambil mempercepat goyangan pinggulku serta kedua tanganku yang dipunggungnya selalu menekan-nekan disertai sesekali aku menyempitkan lubang vaginaku sehingga terasa penisnya terjepit-jepit dan aku menikmati hal seperti ini.

“ooh.. Bu… sshh.. oohh.. enaak.., Buuu.. aku, aku sudah nggak kuat, mau… keluarr, Bu…”, desahanknya yang sudah tidak kuat lagi menahan keluarnya air maninya.

“Rann, ayoo… Ran aduuh, ooh… Aku juga, ayoo sekaraang, aakkrr.., Sayang”, dan dia melepas air maninya semuanya ke dalam vaginaku sambil dia menekan penisnya kuat-kuat dan aku pun mendekapnya dengan sekuat tenagaku.

Baru sekarang kuraih kenikmatan yang luar biasa. Sungguh aku merasa nikmat,
Dia terkapar di atas badanku dengan nafas ngos-ngosan demikian juga dengan nafasku yang sangat cepat. Setelah nafas kami mulai mereda, lalu dia berkata,

tiba tiba Ilham menancapka kontolnya dalam dalam aku cengkeram punggungnya dengan kedua tanganku dan aku berkata.

“Aaaiisshh Ooohh Kamu bandel juga yah sayang, Eenaaak taauuuu!!” desihku

Kenikmatan Tubuh Montok Tante Reni

Kenikmatan Tubuh Montok Tante Reni

Kenikmatan Tubuh Montok Tante Reni


Kenikmatan Tubuh Montok Tante Reni - Namaku Manto Aku kuliah di UI Depok, Aku tinggal bersama Tante Dan Suaminya. Awalnya kami hidup Tentram, Damai Tapi suatu saat Tanteku Memergoki Pamannku sedang Asik Ngehoy Dengan Selingkuhanya Dikamarnya, Sontak Membbuat Tanteku Pitam dan Menggugat Cerai pamanku, Jadi Untuk sekarang aku hanya tinggal berdua dengan tanteku.

Namanya adalah Tante Reni, Dia begitu Cantik, Putih, Bersih, Semok, Aduhaii Walaupun diumur yang sudah 35 tahun tapi tubuh dan cantik bertubuh putih, lekuk tubuh nya aduhai, pantatnya semok, toket nya besar dan padat, paha nya putih mulus,ukuran toketnya 36C. Kadang2 aku suka memandangi toket, paha ataupun pantatnya, mengetahui sering kali Tante Reni memamerkan tubuhnya didepanku.

Malam hari tiba, Sekitar jam 7an Aku sedang menonton tv dikamar Tiba tiba Tante Reni masuk kedalam kamar hanya memakai baju ketat dan CD berenda saja, tapi kenapa dia masuk kekamarku aku yang menonton tv dengan posisi telentang, tante Reni duduk dihadapanku dengan posisi duduk jongkok. Karena posisi Tante Reni memamerkan mekinya yang tembem membuat kontolku tegak dari balik celana karena aku tidur tidak memakai CD

“Eeh..h Man? Baru ngelihat gini aja punya kamu udah ngacung, Gimana kalau masuk hihi”, ledeknya tersenyum

“Siapa juga yang nggak ngaceng ngelihat Tante Reni Cuma Pakai CD” ledekku lagi

“Emang kenapa kalau cuman pakai CD? Kamu mau Perkosa tante?” Katanya menantang

Aku tanpa menungu lama lagi langsung aku bangkit dan menerkam tubuh Tante Reni dia hanya diam dan mendesah tetapi sangat keras

“Aaaah…Aaahh… Eenaaakkk… Perkoosaaa akuu Man” teriaknya membuatku panik

“Tantee jangan teriak gitu takut kedengaran orang ntar” kataku sambil tanganku terus meremas toket nya

“yehh tapi tanggan kamu masih aja ngerepein Toket Tante” katanya manja

“Abisnya Tantee Sexy Banget sih, Buat Manto makin Horny”. Tante Reni mengelus memeknya pelan pelan dari luar celana dalamnya

“Perkosaaa Tantee Memek tante sudah lama tidak digenjotin nih, Aaahh Geli sayang” kata Tante Reni mendesah

Aku buka lebar2 paha nya, terlihatlah gundukan mekinya yang tembem yang masih menggunakan celana dalam merah berenda serta paha putihnya yang mulus

“Sayang Tante pengenn banget dientot, Memek tante gatel banget belakangan ini” tante langsung melepas bra dan cdnya dan mulai mengocok kontolku yang sudah dari tadi tegang

Cerita Lainnya:   Kenikmatan Bersama Sekretaris Cantik Dan Montok

“Ngapain buru”sih tan santai2 aja kali”kataku

“biarin aja, supaya tambah binal dan supaya kamu makin nafsu sama Tante!!!”katanya

kulumat bibirnya, kami berciuman, saling melumat bibir, air liur kami saling bersatu dan saling lilit lidah. Tangan ku pun tidak tinggal diam,menyusup ke selakngkangannya, mengelus memek dan itil nya. Tante Reni mendesahh.

 


“Aacchh…emmhh….eeeemmmmhhh…aaaacchhh, oohh nikmat banget…!!”serunya

“oohhhh….teeeruuuuss, iyaa itu itil ibu, oooocchhh….elus teruuuuss…”

Tanganku tak hanya mengelus tapi jari telunjuk dan jari tengah ku mencoba untuk mengobok2 ke dalam memeknya, ternyata memek nya sudah basah bahkan karena banyak nya, Cairann memeknya meledak keluar dan banjir

“Memekmu sudah becekk, Udah nggak sabar dientot yah?” kataku menanpar toketnya

“Ooohhh….Eeeemmhhmm, Iyahh Manto….Tante pengen dientot sama kontol kamu….aaaacchh” balasnya sambil meremas toket yang kutampar tadi

“aaacchhh…..aacchhh…ooohhmmmm….aaacchh, Kencengan lagi Manto….!!”

“öoooowwwwhhhh……aaacchch…terus kocok memek Tantee..ooohhhh, Obok terus pakee jari kamuu…..oooohhhh”

Tidak hanya memek yang aku mainkan, susu nya pun tak lepas dari jamahan tangan ku, puting nya aku pilin2 lalu berganti meremas susu besar nya,

“aaaaccchhhhcchh…..mmmhhmmmh, Tante Orgasme Sayangg.aaaccchhhhhhh……ooooommmhhmm….aaa aaaaaccchh”lirih Tante Reni

Aku biarkan sejenak dia tuk menikmati kepuasan nya

Tante Reni berjongkok dan membuka celana dalam ku serta langsung mengulum kontolku. Tante Reni dengan rakus menyepong kontolku….srruullpp….srruulpp….srlluupp, dia memaju-mundurkan kontolku ke dalam mulut nya.


 

“eeemmmmhhhh…..eemmhhhmmhh…anget banget mulutmu, bu…..oooohhhh niikkmmaaaattt”seruku.
Kenikmatan yang tiada tara ini sedang ku rasakan, aku sedang mengentot mulut janda bahenol. Lalu aku pegang kepalanya dengan kedua tanganku lalu aku bantu dia untuk mempercepat sepongan nya, dia tampak kewalahan, air liur nya menetes di sela2x bibirnya

“oooooommhh….ooommmhhh……ooommmhh…ooommhhh. …ssrruulluupp…..ssrruulluupp” bunyi sedotan kontolku

“aaaccchhh….aaaccckkkhhhhh…nikmaaattt”seru ku
aku remas dengan kuat pantat nya dan aku tampar pantatnya… plllaaakk….pllaaakkk…

“aaaccchhh….ooowwwwwwwww….ssshhhhhmmmmm”desah Tante Reni

“Boleh juga nih pantat Kalau diperkosaa”kataku sambil meremas pantat bahenol Tante Reni

Tante Reni nungging dengan segera dia melakaukannya lalu dia berkata “ayo cepetan,….entot memek Tante, memek Tante udah gatel pengen di entot….aaacchh”

Dengan segera aku remas pantatnya aku sapukan lidah ku pada lubang memeknya, terus aku masukan lidahku pada memek nya, Tante Reni tubuhnya bergetar. Aku terus menjilati lubang memek nya kadang aku gigit dengan gemas bibir dalam memek nya

“ooooccchhh….mmmhhhmhhhhhcchh…..aaaaccchhh h” “mmmmhhhmmm….aaaaccchhhh…..”

Cerita Lainnya:   Tante Reka Tetanggaku Yang Montok

Tangan ku tidak diam, aku elus2 lobang pantatnya, terus aku ludahi lubang pantat nya dan dengan jari telunjuk, aku masukan ke dalam lubang pantatnya. Tante Reni mengerang kenakan dan

“aaahhhh…………. …..oooohhhh….Tantee keluarr keluar…oooohhhhh…memek ku enaaakk….ooohhh koooonntttollll”teriak Tante Reni .

Tante Reni mendapatkan orgasme nya yang kedua, tubuh nya ambruk tertelungkup di kasur, tanpa membuang waktu karena kontolku dan ngaceng banget, aku tunggingkan lagi tubuh nya segera ku masukan kontolku ke dalam memek nya yang sudah sangan banjir lalu aku entot memek nya dalam posisi sujud

“oohhh…rasanya kontolmu makin keras dan besar dalam memekku…oh…aaaccchh” rancaunya semakin gila

“aku juga Tante Reni ….enak sekali mengentoti memek Tante….aku juga pasti ketagihan ngentot sama kamu Raaaaniiii” kata gilaku keluar

“ohhh.. Dekk kakak ketagihan kontol mu…”

“Ohh Raaaniii lonttee kuu aku ketagihan memek dan ittiill mu…” rancauku “aaaacchhh….mmmhhhh….yyyaaahh….entoottt teruuss”

Dengan buas aku genjot memek nya dengan cepat, pantat nya aku remas dengan keras kadang aku tampar Tante Reni memekik

“aaaaaaaaaaaaacccchhhhhhhhhhhhh…….ooooohhhhhhh ”

Aku terus memompa memek Tante Reni mengimbanginya dengan menggoyang2an pantatnya, kontolku terasa ennaak seperti di pijit oleh memek nya.
 

“aaaaaaaaaaaaachhhhhhhhhhhhhhhhh…………….Akuu..uu mmauu Muncc..ratt lagi……….acccccchhhhhhhhh”

Mendengar hal itu semakin cepat dan semakin dalam aku hujamkan kontolku ke dalam memek nya…dia mendapatkan orgasme nya yang ke tiga, Tubuh sekel ini meliuk, kepalanya menengadah ke atas, mata nya merem melek merasakan kenikmatan yang tiada tara dalam memek tembem nya.

“ooohhhh Tante Reni nak sekali ngentottt sama kamu…..oooaaahhhhcchh…ooohhhh memeeekkk…ooohhh…memek enaaakk”desah ku

“aacchh kontol kamu panjaang dan besaarr…enakkkkkk”

Lalu tiba-tiba aku merasa kontolku diperas dan dihisap lobang memek Tante Reni

“Ohh.. enak sekali, sayang..”, kataku sambil mempercepat gerakan kontolku karena sudah mulai terasa ada sesuatu yang ingin keluar seiring rasa nikmat yang aku rasakan. “Tante Reni aku mau keluar Tannn”

“keluarkan saja di dalam memekku, sayang..semprot rahimku…aaaah”, kata Reni sambil mempercepat goyangan pantatnya.

“Tante…..ooohhh…ohhh…ttann…ohhhoookkkhhhh…” desahhanku

Kupercepat kontolku keluar masuk memeknya sambil meremas buah dadanya, lalu tak lama kemudian kudesakkan kontolku sedalam-dalam ke memeknya..

Croott…! Croott….! Croott…!

Thursday, 1 June 2023

Tante Reka Tetanggaku Yang Montok

Tante Reka Tetanggaku Yang Montok

Tante Reka Tetanggaku Yang Montok

Tante Reka Tetanggaku Yang Montok - Namaku Randi Aku tinggal di Komplek Sugo aku tinggal bersama tanteku 1 Rumah yang sangat besar, Pada suatu hari aku sedang berada diteras rumah mencari udara segar dan sedikit olaraga.

Aku Melihat Tante Reka yang sedang Yoga dihalaman depan memakai baju yang longar dibagian dada, dia mengayunkan kakinya terbuka dan tertutup Lalu terlilah paha yang mulus dan bentukan memek yang terceplak karena Tante hanya memakai Celana ShotyPants.

Tante Reka Bekerja sebagai Guru Olaraga Yoga Dia selalu menjaga bentuk tubuhnya. Tante Reka punya suami tapi dia sudah ditinggal karena suaminya sering bermain dengan wanita lain. Sehingga diusia 37 tahun dia terlihat 10 tahun lebih muda. Seperti “Tamara Bleszynski” Hot dan menggairahkan dengan payudara yang kencang dan sintal.

Ketika aku ingin kekamar mandi untuk mandi aku melepas semua pakaianku dengan hanya memakai handuk saja sampai ruang tengah kulihat TV masih menyala Tante Reka tidur disofa depan TV itu. Tante Hanya Mmenggunakan Bra Dan CD saja Kalau tidur tidak memperdulikan orang. Tiba-Tiba kontolku mulai berdiri dan menyembul dari balik handuk

Ketika Setan sudah menguasaiku kuturunkan Bra Tante Reka dan kutRekankan Wajahku dibelah payudaranya lalu kujepitkan wajahku dengan payudaranya

Tante Reka Terkejut Ketika Membuka Matanya karena Melihatku Sedang Bermain Dengan Toketnya

” Eeeh!! Kamu Ngapain? Awas! Jangan Gituin Toket Tante ” katanya berusaha berontak.

” Tante Diam Saja. Randi Sudah Tidak tahan Lihat Tubuh Tante! ” satu tanganku turun dan memilin-milin salah satu puting susunya yang mulai mengeras.

” Aaakh.. Jangan main Paksa Dong ” jawabnya dengan suara yang bergetar.

” Iyah Udah Nggak Tahan Banget Nih Tan, Abis Tante Menggoda banget sih”kataku

” Ya udah terserah kamu aja ” katanya

Cerita Lainnya:   Cerita Tubuhku Dinikmatin Pacarku Dan Ayahku

Kubuka Kaitan Branya langsung kusedot kedua puting susu Tante Reka yang kencang kemerah-merahan, Kubuka juga Celana Dalamnya Dengan Tangan Yang Salah Lagi. Kulihat vaginanya yang ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang lebat, kucium vaginanya dan tanganku meremas remas pantatnya. Pelan-pelan lidahku yang basah menelusup himpitan daging yang lembut dan meneyntuh kloritas didalamnya.


” Aaakkhh.. Aaaahhh.. Aaahhkkk ” kucium sekitar vaginanya sampai tenang lagi. Kembali kumasukkan lidahku sampai menyentuh kloritasnya, Kelihatannya Tante Reka sangat menikmati tarian lidahku dalam vaginanya, terlihat dari tangannya yang meremas remas puting susunya sendiri. rangsangan semakin kutingkatkan keseluruh bagian dalam vaginanya.

” Oohh..Awwsss..Ohhhh Ren” Kadang-kadang kuhisap dengan tiba-tiba sehingga Tante Reka menggeliat dengan cepat, tubuhnya naik turun bahkan berputar-putar mengikuti jilatanku. Beberapa menit kemudian tubuh Tante Reka menegang danmenjepit kepalaku dengan sepasang paha mulusnya. Kedua tangannya mendorong kepalaku agar labih masuk kedalam vaginanya yang mengeluarkan cairan hangat.

” Aaaku Keluarr sayangg Aaahh ooohhh ” dengan perlahan Tante Reka mengendurkan jepitannya, aku berdiri untuk membersihkan wajahku kulihat Tante Reka masih menikmati sisa orgasmenya. Pasti sudah lama vaginanya tidak dijilat seperti tadi pikirku tersenyum.

Tanganku langsung meremas-remas susunya. Ia mendesah halus kemudian berbalikdan langsung menyerbu bibirku. dia meremas-remas penisku cukup lama sambil menjilatinya sampai akhirnya dia menelan habis semua batang penisku itu.

” ooohh…Aaahhhh Sshhht ” desahku saat Tante Reka maju mundur mengulum penisku sementara lidahnya menari-nari disekitar penisku yang terkulum. Setelah beberapa menit kucabut penisku dan kutarik kepalanya dia terlihat kecewa.

” tante aku udah gak tahan ” bisikku sambil mengelus pantatnnya.

” ya udah .. tapi pelan-pelan aja ya ” sambil membuka agak lebar kedua pahanya.

Secara perlahan aku masukkan kontolku ke memek Tante Reka. Kurasakan sensasi yang luar biasa saat penisku mulai tenggelam didalam vagina Tante Reka, otot-otot vaginanya terasa menRekan-nRekan penisku. Tante Reka cuma bisa mendesah menikmatinya.



Kemudian dengan mengkakngkang lebar Tante Reka biarkan aku leluasa menggenjot vaginanya. Mata Tante Reka terpejam dan mulutnya mendesah tak karuan. Kenikmatan mulai menjalari tubuh kRekarku, kukencangkan otot perutku penisku semakin keras memanjang.

Cerita Lainnya:   Cerita Tetanggaku Janda Montok Seksi Dan Binal

” Aaah.. oough ” ia mengerang keras. bobot tubuhnya tak sanggup ditopang lututnya yang goyah oleh rasa nikmat yang tak terkira, aku terus menggerakkan pantatku maju mundur sambil mendengar suara keciprak lendir yang membanjiri vaginanya.

Akhirnya dengan mengerahkan sisa tenagaku kusentakkan pantatku kedepan untuk membenamkan penisku sedalam-dalamnya dilobang vaginanya. Tante Reka kembali menjerit halus dan tubuh kami menyatu. Tangannya ketat memelukku kepalanya tersekat dibahuku sehingga jeritannya tersekat disana. Kurasakan gelombang nikmat orgasme merayapi tubuhku, kuremas kuat pantatnya tubuh kami diam membatu mereguk sisa kenikmatan.

kubuka pahanya lebar-lebar kumasukkan lagi penisku dengan cepat kelubang vaginanya dan Tante Reka mendesah kecil. Dengan segera desahan itu menjadi erangan dan jeritan ketika aku mempercepat gerakan pantatku. Tangannya bergerak taktentu demikian pula kakinya yang mengkang lebar itu.

” aargghh.. oouuhh” jerit Tante Reka. Tapi aku tak memperdulikan jeritannya itu, pantatku terus beraksi, penisku menerobos masuk ruang vaginanya. Kurasakan lahar panas dipenisku akan meledak. Maka kurankul pundaknya dan Tante Reka, dengan satu hentakan pantat yang keras kubenamkan penisku sedalam-dalamnya dilubang vaginanya. Akhirnya kemudian gelombang orgasme melanda seluruh tubuhku.

” Crot..crot..crot ” spermaku mengalir deras diliang vaginanya diiringi jeritan keras tante Reka.

” Tante sudah puas kan?” bisikku. Dia mengangguk dan akhirnya kami berdua tertidur tanpa sempat merubah posisi.

Saturday, 27 May 2023

Tetanggaku Janda Montok Seksi Dan Binal

Tetanggaku Janda Montok Seksi Dan Binal

Tetanggaku Janda Montok Seksi Dan Binal

Tetanggaku Janda Montok Seksi Dan Binal - Aku Tony umurku 24 tahun, aku seorang Kepala keluarga aku mempuyai seorang istri yang cantik dan Sexy banyak sekali tetanggku yang tergila-gila dengan istriku tapi dia sedang kerja keluar negri mengurusih proyekku, sedangkan aku sedang mengurusih Pembangunan Terbesar ku di Semarang

Singkat cerita aku bertemu dengan Astrid Seorang Janda 1 anak yang ditinggal oleh suaminya karena suaminya selingkuh.

Aku bertemu dengannya karena dia barusan pindah saja kedaerah komplekku jadi aku terkesima melihatnya dari bawah hingga keatas sungguh mulus wanita ini

aku memberanikan diri untuk berkenalan dengannya langsung dan ingin mendekatinya mana tau dapat ^^ heheh

“Selamat Siang Mbak? Baru pindahan kemari yah?”

“Iyah Mas, Kenapa yah mas?”

“Ohh tidak apa kok mbak, pantesan kayak jarang aja ngelihat mbak gelis disini.” Candaku memecahkan suasana

“Ah mas bisa aja, Ohyah mas mau mampir kerumah? itung itung silaturami aja.” Tawarnya

“Ehm gimana yah ? Ntar suami kamu marah lagi?”

“Aku sudah tidak punya suami mas, Dia udah pergi ninggalin aku sama anakku”

“Ohh begitu, yasuudah ntar malam aku kerumah kamu main main”

“Janjii yah mas? Aku tunggu yah byee~!”

Lalu aku pulang tidur ketika sudah jam 7 aku bergegas mandi dan bersiap siap dengan pakaian Rapi dan janganlupa Wangi^^hehe

Ketika aku sudah sampai didepan rumah Astrid Kuketok pintunya
*Tok Tok Tok Permisii*

“Kamu sudah datang yah, Selamat datang ke rumahku. Silakan masuk mas”, katanya.

Ia mengembangkan tangannya dan aku dirangkulnya. Sebuah ciuman mendarat di pipiku. Aku berdebaran. Ia menggandengku ke ruang tengah dan duduk di sofa yang empuk. Mulutku seakan terkunci. Beberapa saat bercakap-cakap, si pembantu rumah tangga datang menghantar minuman.

“Silahkan diminum, Mas”, katanya



“Sudah tidak usah Mbak, Aku juga sebentar lagi pergi”

“Ayo minum. Santai aja, aku mandi dulu”, katanya sambil menepuk pahaku.

Tersenyum-senyum ia berlalu ke kamar mandi. Di saat itu kuperhatikan. Pakaian santai yang dikenakannya cukup memberikan gambaran bentuk tubuhnya. Buah dadanya yang montok itu menonjol ke depan. Pantatnya yang besar dan bulat berayun-ayun lembut mengikuti gerak jalannya. Pahanya padat dan mulus ditopang oleh betis yang indah.

Ketika akhirnya ia muncul, Astrid membuatku terkesima. Rambutnya yang panjang sampai di punggungnya dibiarkan tergerai. Wajahnya segar dan manis. Ia mengenakan baju tidur longgar berwarna abuabu dipadu celana berenda berwarna merah.

Tetapi yang membuat mataku membelalak ialah bahan pakaian itu tipis, Pemandangan yang menggairahkan ini spontan mengungkit nafsu birahiku. Kemaluanku mulai bergerak-gerak dan berdenyut-denyut.

Cerita Lainnya:   Cerita Enak Dosen Olahragaku Yang Binal

Ia lalu mencium pipiku. Dalam hitungan detik mulut kami sudah lekat berpagutan. Aku merengkuh tubuh montok itu ketat ke dalam pelukanku. Tanganku mulai meraba tubuhnya. Aku mendapatkan Buah dadanya yang besar dan pentil sudah mengeras

Peralahan-lahan tanganku menyentuh gundukan kemaluannya yang masih tertutup celana dalam tipis. Jariku menelikung ke balik celana dalam itu dan menyentuh bibir kemaluannya. Astrid Mendesah


“Aaahh” Membuah tubuhku panas

Kontolku sudah mengacung keluar dari celanaku Tangan lembut Astrid memegang batangku yang besar dan dikocokan lembut seperti masih terkejut dengan ukuran yang tidak standart itu

“Lumayan.. Besarnya”, kata Astrid sambil mengelus lembut kemaluanku.

“Kita pindah kekamar aja yuk?”, katanya sambil menarik tanganku

Masuk ke kamar tidurnya, kurebahkan tubuh itu ke ranjang yang lebar dan empuk. Aku menariknya berdiri dan mulai melepaskan BH dan celana dalamnya.

“Kok Diam? Semuanya ini milikmu”, katanya sambil merentangkan tangan dan mendekatiku.

Kuserga buah dada kanannya sembari tangan kananku meremas-remas buah dada kirinya. Bibirku mengulum puting buah dadanya yang mengeras itu.

Buah dadanya juga mengeras diiringi. Puas buah dada kanan mulutku beralih ke buah dada kiri. Lalu perlahan tetapi pasti aku menuruni perutnya. Ia menggelinjang-linjang menahan desakan birahi yang semakin menggila. Aku menjilati perutnya yang rata dan menjulurkan lidahku ke pusarnya.

“Auu..” erangnya, “Oh.. Oh.. Oh..” jeritnya semakin keras.

Mulutku semakin mendekati pangkal pahanya. menampakkan lubang surgawinya yang telah merekah dan basah. Rambut hitam lebat melingkupi lubang yang kemerah-merahan itu. Kudekatkan mulutku ke lubang itu dan perlahan lidahku menyuruk ke dalam lubang yang telah basah membanjir itu.

Ia menjerit dan spontan duduk sambil menekan kepalaku sehingga lidahku lebih dalam terbenam. Tubuhnya menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan. Pantatnya menggeletar hebat sedang pahanya semakin lebar membuka.

“Aaa.. Auu.. Ooo..”, jeritnya keras.

Aku tahu tidak ada sesuatu pun yang bakalan menghalangiku menikmati dan menyetubuhi si canting bahenon nan seksi ini. Tapi aku tak ingin menikmatinya sebagai orang rakus. Sedikit demi sedikit tetapi sangat nikmat. Aku terus mempermainkan klitorisnya dengan lidahku.

Tiba-tiba ia menghentakkan pantatnya ke atas dan memegang kepalaku erat-erat. Pada saat itu kurasakan banjir cairan vaginanya. Ia sudah mencapai orgasme yang pertama. Aku berhenti sejenak membiarkan ia menikmatinya. Sesudah itu mulailah aku menjelajahi kembali bagian tersensitif dari tubuhnya itu.

Kembali erangan suaranya terdengar tanda birahinya mulai menaik lagi. Tangannya terjulur mencari-cari batang kejantananku. Kemaluanku telah tegak sekeras beton. Ia meremasnya. Aku menjerit kecil, karena nafsuku pun sudah diubun-ubun butuh penyelesaian.

Cerita Lainnya:   Hasrat Sex Bu Rini Dan Pembantunya Marwan



Ia membuka pahanya lebar-lebar siap menerima gesekan gesekan kontolku. Kepalanya bergerak-gerak di atas rambutnya yang terserak.

mulutnya dibungkam. Matanya terpejam. Kuturunkan pantatku. Batang kemaluanku berkilat-kilat dan memerah kepalanya siap menjalankan tugasnya. Kuusap-usapkan kemaluanku di bibir kemaluannya. Ia semakin menggelinjang seperti kepinding.

“Cepatt Tonn, Aku udah nggak tahan nih” jeritnya.

Kuturunkan pantatku perlahan-lahan. Dan.. BLESSSSHH!

Kemaluanku menerobos liang senggamanya diiringi jeritannya. Aku berhenti sebentar membiarkan dia menikmatinya. Lalu kutekan lagi pantatku sehingga kemaluanku yang panjang dan besar itu menerobos ke dalam dan terbenam sepenuhnya dalam liang memeknya miliknya.

Ia menghentak-hentakkan pantatnya ke atas agar lebih dalam menerima diriku. Lalu perlahan-lahan aku mulai menggerakkan kemaluanku. Balasannya juga luar biasa.

Dinding-dinding lubang kemaluannya menyedot batang kemaluanku. Rasanya seberti digigit-gigit. Pantatnya yang bulat besar itu diputar-putar untuk memperbesar rasa nikmat. Buah dadanya tergoncang-goncang seirama dengan genjotanku di kemaluannya.

Matanya terpejam dan bibirnya terbuka, berdesis-desis mulutnya menahankan rasa nikmat. Lidahku bertemu lidahnya. Sementara di bawah sana kemaluanku leluasa bertarung dengan kemaluannya, di sini lidahku pun leluasa bertarung dengan lidahnya.

“Ohhh Ohhhh Ehmmm ..”, erangnya, “Lebih keras sayang, Lebihh dalammm sayang sodoknya. Lebih keras.. Oooaah!”

Pahanya semakin lebar mengangkang. Terdengar bunyi kecipak lendir kemaluannya. kurasahkan spermaku akan meledak didalam mekinya.

“Aku mau keluarr Tonn”, bisikku di sela-sela nafasku memburu.

“Kita Bareng..ann yahh, Aku mau Kamu ngeluarinnya didalamm sayang” Pintahnya memelas

Kedua tanganku mencengkam kedua buah dadanya. kuhentakkan pantatku dan kontolku membenam sedalam-dalamnya. Spermaku memancar deras. Ia pun melolong panjang dan menghentakkan pantatnya ke atas menerima diriku sedalam-dalamnya.

“Aaahh Aahhh Ohhh sayangg enakk Aaahh” Jeritannya



Sekitar sepuluh menit kami diam. Lalu perlahan-lahan aku mengangkat tubuhku. Aku memandangi wajahnya yang berbinar karena birahinya telah terpuaskan. Ia tersenyum dan membelai wajahku.



“Tony kamu benar benar hebat sekali sampai aku nggak tahan”, katanya,”

“Kalau kamu lagi pingin, telepon saja aku,” lanjutnya, “Tapi kalau aku yang pingin, boleh kan aku nelpon?”

“Bolehh dong, serah kamu aja deh”, balasku cepat.

“Mulai sekarang kamu bisa menyetubuhi aku kapan saja. Tinggal kabarkan”, katanya.

Aku mencabut kemaluanku dan rebah di sampingnya. Ia lalu mengajakku mandi. Terus menerus kami melakukannya kapanpun kami mau. Kami terus berpacu dalam birahi untuk memuaskan nafsu.


Hasrat Sex Bu Rini Dan Pembantunya Marwan

Hasrat Sex Bu Rini Dan Pembantunya Marwan

Hasrat Sex Bu Rini Dan Pembantunya Marwan

Hasrat Sex Bu Rini Dan Pembantunya Marwan
- Namanya Marwan. Dia adalah bawahanku dikantor Berasal dari Bandung yang sebenarnya tidak jauh-jauh sekali dari kota J. Di kota J. Suami istri berkecukupan dengan seorang lagi pembantu wanita Marni, dengan usia kurang lebih diatas Marwan 3-4 tahun. Marwan sendiri berumur 19 tahun jalan.

Suatu hari nyonya majikannya yang masih muda, Ibu Rini atau biasa mereka memanggil Bu Rini, mendekati mereka berdua yang tengah sibuk di dapur yang sedang membereskan dapur

“Marni.., besok Bapak hendak ke Aceh lagi. Tolong siapkan pakaian secukupnya..” perintahnya.
“Kira-kira berapa hari Bu..?” tanya Marni hormat.
“Cukup lama.. mungkin hampir satu bulan.”
“Baiklah Bu..” tukas Marni mahfum.

Bu Rini segera berlalu melewati Marwan yang tengah membersihkan kamar tersebut. Dia mengangguk keRini Marwan membungkuk hormat padanya.

Ibu Rini itu masih muda, paling tua mungkin sekitar 32 tahunan, begitu Marni pernah cerita kepadanya. Mereka menikah belum lama dan termasuk lambat karena keduanya sibuk di study dan pekerjaan. Namun setelah menikah, Bu Rini nampaknya lebih banyak di rumah. Walaupun sifatnya hanya sementara, sekedar untuk jeda istirahat saja.

Dengan perawakan langsing, dada besar sekitaran 36B, hidung mancung, bibir tipis dan Bokongnya yang Bulat kenyal serta kaki yang lenjang, Bu Rini terkesan angkuh dan anggun. Namun kelihatan kalau dia seorang yang baik hati dan dapat mengerti kesulitan hidup orang lain.

Namun Marwan tahu pasti Marni lebih dekat dengan majikannya, karena mereka sering bercakap-cakap di dapur atau di ruang tengah bila waktunya senggang. Beberapa hari kepergian Bapak ke Aceh, Marwan tanpa sengaja menguping pembicaraan kedua wanita tersebut.

“Itulah Marni.. kadang-kadang belajar perlu juga..” suara Bu Rini terdengar agak geli.
“Di kampung memang terus terang saya pernah Bu..” Marni nampak agak bebas menjawab.
“O ya..?”
“Iya.. kami.. sst.. pss..” dan seterusnya Marwan tidak dapat lagi menangkap isi pembicaraan tersebut. Hanya kemudian terdengar tawa berderai mereka berdua.

Marwan mulai lupa percakapan yang menimbulkan tanda tanya tersebut karena kesibukannya setiap hari. Membersihkan halaman, merawat tanaman, memperbaiki kondisi rumah, pagar dan sebagainya yang dianggap perlu ditangani. Hari demi hari berlalu begitu saja. Hingga suatu sore, Marwan agak terkejut keRini dia tengah beristirahat sebentar di kamarnya.

Tiba-tiba pintu terbuka, “Kriieet.. Blegh..!” pintu itu segera menutup lagi. Dihadapannya kini Bu Rini majikannya berdiri menatapnya dengan pandangan yang tidak dapat ia mengerti.

“Marwan…” suaranya agak serak.
“Jangan kaget.. nggak ada apa-apa. Ibu hanya ada perlu sebentar..”
“Maaf Bu..!” Marwan cepat-cepat mengenakan kaosnya.

Barusan dia hanya bercelana pendek. Bu Rini diam dan memberi kesempatan Marwan mengenakan kaosnya hingga selesai. Nampaknya Bu Rini sudah dapat menguasai diri lagi. Dengan mimik biasa dia segera menyampaikan maksud kedatangannya.

“Hmm..,” dia melirik ke pintu.
“Ibu minta kamu nggak usah cerita ke siapa-siapa. Ibu hanya perlu meminjam sesuatu darimu..”
Kemudian dia segera melemparkan sebuah majalah.
“Lihat dan cepatlah ikuti perintah Ibu..!” suara Bu Rini agak menekan.

Agak gelagapan Marwan membuka majalah tersebut dan terperangah mendapati berbagai gambar yang menyebabkan nafasnya langsung memburu. Meski orang kampung, dia mengerti apa arti semua ini. Apalagi jujur dia memang tengah menginjak usia yang sering kali membuatnya terbangun di tengah malam karena bayangan dan hawa yang menyesakkan dada bila baru nonton TV atau membaca artikel yang sedikit nyerempet ke arah “itu”.

Sejurus diamatinya Bu Rini yang tengah bergerak menuju pintu. Beliau mengenakan kaos hijau ketat, sementara bawahannya berupa rok yang agak longgar warna hitam agak berkilat entah apa bahannya. Segera tangan putih mulus itu menggerendel pintu.

Kemudian..,

“Berbaringlah.. dan lepaskan celanamu..!”

Agak ragu Marwan mulai membuka.

“Dalemannya juga..” agak jengah Bu Rini mengucapkan itu.

Dengan sangat malu Marwan melepaskan CD-nya. Sejenak kemudian terpampanglah Kontolnya ke atas.

Lain dari pikiran Marwan , ternyata Bu Rini tidak segera ikut membuka pakaiannya. Dengan wajah menunduk tanpa mau melihat ke wajahnya, dia segera bergerak naik ke atas tubuhnya. Marwan merasakan desiran hebat ketika betis mereka bersentuhan.

Tanpa memperlihatkan sedikitpun bagian tubuhnya, Bu Rini nampaknya hendak melakukan persetubuhan dengannya. Marwan menghela nafas dan menelan ludah keRini tangan lembut itu memegang alatnya dan,

“Bleesshh..!”

Cerita Lainnya:   Cerita Nikmat Nafsu Gede Ibu Mertuaku

Dengan badan bergetar antara lemas dan kaku, Marwan sedikit mengerang menahan geli dan kenikmatan keRini barangnya dilumat oleh daging hangat nan empuk itu. Dengan masih menunduk Bu Rini mulai menggoyangkan pantatnya. Tangannya menepis tangan Marwan yang secara naluriah hendak merengkuhnya.

“Hhh.. ehh.. sshh.. ” kelihatan Bu Rini menahan nafasnya.
“Aakh.. Bu.. saya.. saya nggak tahan..” Marwan mulai mengeluh.
“Tahann sebentar.. sebentar saja..!” Bu Rini nampak agak marah mengucapkan itu, keringatnya mulai bermunculan di kening dan hidungnya.

Sekuat tenaga Marwan menahan aliran yang hendak meledak di ujung peralatannya. Di atasnya Bu Rini terus berpacu.. bergerak semakin liar hingga dipan tempat mereka berada ikut berderit-derit. Makin lama semakin cepat dan akhirnya nampak Bu Rini mengejang, kepalanya ditengadahkan ke atas memperlihatkan lehernya yang putih berkeringat.

“Aaahhkhh..!”
“Pleph..!” tiba-tiba Bu Rini mencabut pantatnya dari tubuh Marwan. Dia segera berdiri, merapihkan rambutnya dan roknya yang tersingkap sebentar.
“Jangan cerita kepada siapapun..!” tandasnya, “Dan bila kamu belum selesai, kamu bisa puaskan ke Marni..

Marwan terhenyak di atas kasurnya. Sejenak dia berusaha menahan degup jantungnya. Diambilnya nafas dalam-dalam. Sambil sekuat tenaga meredam denyutan di ujung penisnya yang terasa mau menyembur cepat itu. Setelah bisa tenang, dia segera bangkit, mengenakan pakaiannya kemudian berbaring.

Perlakuan Bu Rini berlanjut tiap kali suaminya tidak ada di rumah. Selalu dan selalu dia meninggalkan Marwan dalam keadaan menahan gejolak yang menggelegak tanpa penyelesaian yang layak. Beberapa kali Marwan hendak meneruskan hasrat sex nya ke Marni, tetapi selalu diurungkan karena dia ragu-ragu, apakah semuanya benar-benar sudah diatur oleh majikannya atau hanyalah alasan Bu Rini untuk tidak memberikan balasan pelayanan kepadanya.

“Kriieet..!” ternyata Bu Rini

Nampak segera melangkah masuk kamar. Malam ini beliau mengenakan daster merah jambu bergambar bunga atau daun-daun apa Marwan tidak jelas mengamatinya. Karena segera dirasakannya nafasnya memburu, kerongkongannya tercekat dan ludahnya terasa asin. Wajahnya terasa tebal tak merasakan apa-apa.

Agak terburu-buru Bu Rini segera menutup pintu. Tanpa bicara sedikitpun dia menganggukkan kepalanya. Marwan segera paham. Dia segera menarik tali saklar di kamarnya dan sejenak ruangannya menjadi remang-remang oleh lampu 5 watt warna kehijauan. Sementara menunggu Marwan melepas celananya, Bu Rini nampak menyapukan pandangannya ke seantero kamar.

“Hmm.. anak ini cukup rajin membersihkan kamarnya..” pikirnya.

Tapi segera terhenti ketika dilihatnya “alat pemuasnya” itu sudah siap. Dan.., kejadian itu terulang kembali untuk kesekian kalinya. Setelah selesai Bu Rini segera berdiri dan merapihkan pakaiannya. Dia hendak beranjak keRini tiba-tiba teringat sesuatu.

“Oh Ibu lupa..” terhenti sejenak ucapannya.

Marwan berpikir keras.. kurang apa lagi..? Jujur dia mulai tidak tahan mengatasi hasrat sex nya tiap kali ditinggal begitu saja, ingin sekali dia meraih pinggang sexy itu tiap kali hendak keluar dari pintu.

Lanjutnya, “Hmm.. Marni pulang kampung pagi tadi..” dengan wajah agak masam Bu Rini segera mengurungkan langkahnya. “Rasanya tidak adil kalau hanya Ibu yang dapat. Sementara kamu tertinggal begitu saja karena tidak ada Marni..”

Marwan hampir keceplosan bahwa selama ini dia tidak pernah melanjutkan dengan Marni. Tapi mulutnya segera dikuncinya kuat-kuat. Dia merasa Bu Rini akan memberinya sesuatu. Ternyata benar.. Perempuan itu segera menyuruhnya berdiri.

“Terpaksa Ibu melayani kamu malam ini. Tapi ingat.., jangan sentuh apapun. Kamu hanya boleh melakukannya sesuai dengan yang Ibu lakukan kepadamu..”



Kemudian Bu Rini segera duduk di tepi ranjang. Diraihnya bantal untuk ganjal kepalanya. Sejurus kemudian dia membuka pahanya. Matanya segera menatap Marwan dan memberinya isyarat.

“..” Marwan tergagap. Tak mengira akan diberi kesempatan seperti itu.

“Degh.. degh..” Marwan agak kesulitan memasukkan kontolnya.

Karena selama ini dia memang pasif. Sehingga tidak ada pengalaman memasukkan sama sekali. Tapi dia merasakan nikmat yang luar biasa ketika kepala penisnya menyentuh daging lunak dan bergesekan dengan rambut kemaluan Bu Rini yang tebal itu. Hhh..! Nikmat sekali. Bu Rini menggigit bibir. Ingin rasanya menendang bocah kurang ajar ini.

Cerita Lainnya:   Cerita Enak Nafsu Gede Bude Rina Yang Montok


Tapi dia segera menyadari ini semua dia yang memulai. Badannya menggelinjang menahan geli keRini dengan agak paksa namun tetap pelan Marwan berhasil memasukkan penisnya (yang memang keras dan lumayan itu) ke peralatan rahasianya.

Beberapa saat kemudian Marwan secara naluriah mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur.

“Clep.. clep.. clep..!” bunyi penisnya beradu dengan vagina Bu Rini yang basah belum dicuci setelah persetubuhan pertama tadi.
“Plak.. plak.. plakk..,” kadang Marwan terlalu kuat menekan sehingga pahanya beradu dengan paha putih mulus itu.

“Ohh.. enak sekali..” pikir Marwan.

Dia merasakan kenikmatan yang lebih lagi dengan posisi dia yang aktif ini.

“Ehh.. shh.. okh..,” Marwan benar-benar tak kuasa lagi menutupi rasa nikmatnya.

Hampir beberapa menit lamanya keadaan berlangsung seperti itu. Sementara Marwan selintas melirik betapa wajah Bu Rini mulai memerah. Matanya terpejam dan dia melengos ke kiri, kadang ke kanan.

“Hkkhh..” Bu Rini berusaha menahan nafas.

Mulanya dia berfikir pelayanannya hanya akan sebentar karena dia tahu anak ini pasti sudah diujung “konak”-nya. Tapi ternyata, “Huoohh..,”

Bu Rini merasakan otot-otot kewanitaannya tegang lagi menerima gesekan-gesekan kasar dari Marwan. Dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak terbangkitkan hasrat sex nafsu nya.

Dia benar-benar sudah lupa siapa wanita yang dihadapannya ini. yang terfikir adalah keinginan untuk cepat mengeluarkan sesuatu yang terasa deras mengalir dipembuluh darahnya dan ingin segera dikeluarkannya ..!

”Ehh..” Bu Rini tak mampu lagi membendung hasrat sex nafsu nya.

Daster yang tadinya dipegangi agar tubuhnya tidak banyak tersingkap itu terlepas dari tangannya, sehingga kini tersingkap jauh sampai ke atas pinggang. Melihat pemandangan ini Marwan semakin terangsang. Dia menunduk mengamati memeknya yang serba hitam, kontras dengan tubuh putih mulus di depannya yang mulai menggeliat-geliat, sehingga menyebabkan batang kemaluannya semakin teremas-remas.

“Ohh.. aduh.. Bu..,” Marwan mengerang pelan penuh kenikmatan.
Yang jelas Bu Rini tak akan mendengarnya karena beliau sendiri tengah berjuang melawan rangsangan yang semakin dekat ke puncaknya.
“Okh.. hekkhh..” Bu Rini menegang, sekuat tenaga dia menahan diri, tapi sodokan itu benar-benar kuat dan tahan.
Diam-diam dia kagum dengan stamina anak ini.

“Aaakkhh..!” dia mengerang nikmat. Orgasmenya yang kedua dari si Marwan malam ini.

Sementara si Marwan pun sudah tak tahan lagi. Saat paha mulus itu menjepit pinggangnya dan kemudian pantat wanita itu diangkat, penisnya benar-benar seperti dipelintir hingga,

“Cruuth..! crut.. crut..!” memancar suatu cairan kental dari sana. Marwan merasakan nikmat yang luar biasa. Seperti kencing namun terasa enak campur gatal-gatal gimana.”Ohk.. ehh.. hh,” Marwan terkulai.

Tubuhnya bergetar dan dia segera mundur dan mencabut penisnya kemudian terhenyak duduk di kursi sebelah meja di kamarnya. Wajahnya menengadah sementara secara alamiah tangannya terus meremas-remas penisnya, menghabiskan sisa cairan yang ada disana. Ooohh.. enak sekali..

“Berapa jam biasanya kamu melakukan ini dengan Marni, Marwan ..?” tanya Bu Rini menyelidik.

Marwan terdiam. Apakah beliau tidak akan marah kalau dia berterus terang..?

“Kenapa diam..?”

Marwan menghela nafas, “Maaf Bu.. belum pernah.”

“Hah..!? Jadi selama ini kamu..?”

“Iya Bu. Saya hanya diam saja setelah Ibu pergi.”

“Oo..,” Bu Rini melongo.

Sungguh tidak diduga sama sekali kalau itu yang selama ini terjadi. Alangkah tersiksanya selama ini kalau begitu. Aku ternyata egois juga. Tapi..?, masa aku harus melayaninya. Apapun dia kan hanya pembantu. Dia hanya butuh batang muda-nya saja untuk memenuhi hasrat sex nya yang menggebu-gebu terus itu. Selama ini bahkan suami dan pacar-pacarnya dulu tak pernah mengetahuinya. Ini rahasia yang tersimpan rapat.

“Hmm.. baiklah. Ibu minta kamu jangan ceritakan ke siapapun. Sebenarnya Ibu sudah bicara sama Marni mengenai masalah ini. Tapi rupanya kalian tidak nyambung. Ya sudah.. yang penting sekali lagi, pegang rahasia ini erat-erat.. mengerti..?” kembali suaranya berwibawa dan bikin segan.

“Mengerti Bu..,” Marwan menjawab penuh rasa rikuh.

Nafsu Gede Ibu Mertuaku

Nafsu Gede Ibu Mertuaku

Nafsu Gede Ibu Mertuaku


Nafsu Gede Ibu Mertuaku - Perkenalkan namaku adalah Gilang, aku berusia 24 tahun, Wajahku tampan, Bodyku tegap, Banyak wanita yang jatuh hati padaku

Kejadian ini berawal pada saat aku hidup berumah tangga, sudah 1 tahun lebih aku hidup berumah tangga, tapi belum juga dikaruniai seorang anak. aku punya seorang isteri yang sangat cantik, setia, sabar dan sikapnya dewasa, dia bekerja sebagai dokter disalah satu rumah sakit negeri di bogor.

Tiap malam jumat aku selalu melakukan hubungan sex dengan isteriku, bahkan bukan hanya hari itu juga tapi di hari senin itu sering kulakukan dengan isteriku.

Di Lain Hari kehidupan berkeluargaku, aku punya mertua yang baik, perhatian, dan sayang terhadap menantunya. Mertuaku yang perempuan berumur 35 tahun. Tapi yang aku kagumi dari dia adalah tubuhnya masih Langsing, ramping, seksi, dan payudaranya yang masih montok dan Kencang, kulitnya pun masih mulus dan putih bersih, maklum dia indo perancis.

Sedangkan mertuaku yang laki laki berumur 40 tahun, dia jarang dirumah karena dia adalah seorang konsultan dan sekarang dia sedang bertugas di Inggris. Pulangnya pun 1 minggu 1 kali. Kadang juga tidak pulang selama satu bulan. Isteriku adalah anak tunggal.

Kisah ini berawal saat aku sedang bermesraan dengan isteriku dikamar, waktu itu aku lupa mengunci pintunya. Tak sengaja ibu mertua ku lewat didepan kamar tempat aku bercumbu dengan isteriku. Dia langsung terpaku melihatku yang sedang asyik mencumbu isteriku. Langsung aku menghentikan cumbuanku dan berhenti,

“oh.. mama… ehmm..ehh….ada apa…..ma??? “ sapaku sambil berjalan menuju pintu.
“maaf mama gak tahu kalau kalian lagi itu……habis pintunya tadi gak dikunci sih….!!! “ sahut ibu mertuaku.

Sejak ibu mertuaku melihat kejadian itu, cara memandang dia ke arahku agak berbeda. Bahkan sikapnya pun agak berubah terhadapku. Aku tidak tahu apa yang menimpa ibu mertuaku sehingga menjadi seperti itu. Suatu hari aku di minta ibu mertuaku mengantarkanya ke Bali, karena dia ingin melayat saudaranya yang meninggal.

Aku pun berangkat sabtu pagi kebetulan sabtu itu aku libur kerja. Hari itu aku naik pesawat tiba di bandara pukul 11 pagi. Langsung aku dan ibu mertuaku menuju tempat kediaman saudaranya. Waktu terus berlalu, malampun tiba. Akhirnya malam itu aku menginap diHotel yang bisa dibilang hotel berbintang diBali.

Pukul 12.30 malam aku terbangun oleh dering telepon diHP ku. Aku melihat nomor Gilanghasiakan. Aku segera menjawab dering telepon itu.

“halo ini siapa yah…malam malam begini kok nelpon” tanyaku sambil membuka kedua mataku yang masih mengantuk.

“Dirr…ini mama…kamu uda tidur yah?? Bissa tolongin mama gak???

Koper mama yang berisi pakaian tidak bissa dibuka…. Kamu cepetan kesini yah….kekamar mama…” sahut ibu mertuaku ditelepon.

“oh…mama… iya ma… aku segera kesana” aku segera bergegas menuju kamar ibu mertuaku yang berdampingan dengan kamarku. aku mengetuk pintu kamar ibu mertuaku. “iya Dir… bentar” tak lama kemudian ibu mertuaku membukakan pintu.

Dia mengenakan kaos berwarna putih dan Celana Dalam Boxer berwarna Abuabu.”aku sedikit terpaku melihat belahan memeknya yang tembem


“ma… mana tas koper nya katanya gak bissa dibuka” sapaku sambil masuk kekamar ibu mertuaku. “itu loh kopernya….dir didepan ranjang itu loh…. Dari tadi mama coba buka tapi tidak bissa.” Jawab ibu mertuaku sambil menutup pintu kamar. Setelah beberapa menit aku akhirnya aku berhasil membuka kopernya secara paksa.

Ternyata isi koper itu adalah BH dan CD G-string nya ibu mertuaku. Saat melihat hal itu aku mulai ngeres pikiranku.

“terima kasih yah..dirr…kamu uda nolongin mama…” “ah iya ma gak papa kok” Aku sejenak duduk disofa kamar itu.

“kenapa Gilanga….kamu capek….” Tanya ibu mertuaku sambil mendekati aku yang duduk disofa. Sejenak aku memandang wajah ibu mertuaku yang begitu cantik.

Kemudian dia juga memandangku. Kami berpandang pandangan sampai aku mencoba mengecup bibirnya yang merah. Saat aku mengecup bibirnya, dia membalas kecupan bibirku, lidahku dan lidahnya saling bertabrakan. Saat kedua tangan ibu mertuaku mulai meraih punggungku dan mulai memeluk tubuhku.

Cerita Lainnya:   Cerita Seru Permainan Panas Dengan wanita Hamil Muda

Aku melepaskan cumbuanku. “kenapa……sayang…. Kenapa tidak kamu teruskan… ????” kata ibu mertuaku sambil memegangi wajahku. “maaf….maaf….atas kelancanganku….sekali lagi maaf…..”

“kamu takut sama isteri kamu….??? “ Tanya mamaku sambil mendekati tubuhku.

“mama… maafin aku ma….itu dosa ma….. lagian aku gak sama…hhffzz” jari telunjuk ibu mertuaku menghentikan ucapanku itu. “ssssstttt…. Uda kamu gak usah takut sama papa… ingat Dirraa…disini kita Cuma berdua… berdua….

Isteri kamu dan suami mama tak kan pernah tahu kejadian ini…..” sahut ibu mertuaku sambil mencoba mencium pipiku.

“ma… maafin aku ma… aku ma…. Aku sebenernya juga sudah tidak tahan melihat mama…. Malam ini” langsung ciuman bibir ibu mertuaku yang mendarat dipipi ku lanjutkan dengan bibirku” kucumbu ibu mertuaku diatas sofa itu.

Setelah beberapa menit ibu mertuaku minta berhenti. “ada apa ma..??? “ tanyaku dengan serius “jangan disini Gilangnjang aja yah…. Mama gak nyaman kalo diatas sofa… kunci dulu pintunya Dirr” sahut ibu mertuaku. “langsung dengan segera aku bangun dari sofa dan berjalan menuju pintu untuk menguncinya.

“sayaaaang.. sini dong mama uda tidak sabar…” panggilan ibu mertuaku manja. kulihat ibu mertuaku duduk diatas ranjang. Langsung aku mencopot seluruh bajuku dan kuhanya mengenakan CD. Langsung aku naik keatas ranjang besar dan empuk itu. Segera kujamah tubuh ibu mertuaku dengan sentuhan lembut dipahanya. “aaaahhhhh…..” desah ibu mertuaku sambil memejamkan mata. Langsung aku mencumbu bibirnya yang merah dengan lahap.

Spontan langsung ibu mertuaku membalasnya dengan liar, bahkan lebih liar dari yang aku kira. Setelah beberapa menit aku beralih ke lehernya yang putih dan mulus. “aaaaahhhhh…..sudah lama mama pengen merasakan ini…..akhirnya tanpa diminta kamu mengerti apa beban bathin mama selama ini….aaaaahhhhh…..aaaaaahhhhhh” desahan ibu mertuaku yang membuatku Terangsang Berat

Setelah satu menit lebih aku menciumi lehernnya aku beralih ke dadanya aroma wangi ditubuhnya membuatku semakin menjadi jadi. Kuciumi dengan lahap dan bringas dadanya sambil memeluk erat tubuhnya. Penisku semakin keras dan amat keras seakan akan CD ku tak kuat menahan penisku yang tegak berdiri.

Sambil menciumi dadanya aku mencoba melepas kaos yang dia pakai. Akhirnya beberapa menit kemudian kaosnya terlepas. Terpampang didepanku dua buah payudara montok dan mulus yang masih terbungkus oleh BH G-string hitam. Langsung aku menyosor payudaranya yang masih terbungkus BH G-String hitam itu.

“aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh……buka aja….buka BH nya sayang …… “ sambil terus menciumi kedua payudaranya yang montok. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah. Kemudian aku mencoba meraih kancing BH nya yang berada dipunggungnya. Tak lama kemudian aku berhasil meraih kancing BH nya yang berada dipunggungnya, dan aku menjatuhkan BH nya ke lantai. Kulihat putting payudaranya yang coklat terlihat sangat kontras.


Langsung ku lahap putting payudaranya yang kiri dengan mulutku.

“aaaaaahhhhhh……. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… enak baget sayaaaaaaang…. Kamu benar..benar… aaaaahhh…..aaaahhhh….tahu… apa yang mama…. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… yang mama pengen” sambil mendesah dan memejamkan mata dia berusaha mengucapkan kata kata itu” kuciumi seluruh permukaan kedua payudaranya, kuhisap berulang kali, kuhisap dengan kuat sampai hisapan mulutku terdengar keras “ccpppceekkk” kulihat ibu mertuaku mengeluh keenakan.

“ooohhh…oooohhhh…..aaaaahhhhh….enak…..sekali sayaaaaang !!!!” tak hanya itu aku menjilati seluruh permukaan kedua payudaranya dengan bringas sampai sampai seluruh kedua permukaan payudaranya basah karena air liurku. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah . Kemudian aku beralih ke perut dan pusarnya, kuciumi dengan penuh gairah sambil melepaskan Boxer Abu2nya yang dia pakai.

Kulihat CD G-string yang berwarna hitam itu agak terlihat basah. Dengan posisi duduk ibu mertuaku melorotkan CD ku “buka aja…gak usah malu…sayaaaang..tuh kan udah bangun dari tadi” ibu mertuaku langsung mengelus elus penisku yang sudah tegak berdiri sambil mencoba mencium penisku. Dia mendorong tubuhku dan akhirnya aku terbaring Gilangnjang empuk itu. Lamgsung dia menciumi pensiku dengan ganas dan bringas, liar sekali ibu mertuaku saat itu.

Cerita Lainnya:   Nafsu Gede Bude Rina Yang Montok

Aku segera bangun dari ranjang kemudian aku mendorong tubuh ibu mertuaku dan akhirnya kepala ibu mertuaku beralas bantal yang empuk dan terbaring diatas ranjang. Langsung aku mencopot CD G-string yang dia pakai. Wow vaginanya masih terawatt dengan baik… merah merona dengan ditumbuhi bulu lebat. Kulihat vaginanya sudah basah, langsung aku menyosor selakanganya yang wangi dan menciumi seluruh permukaan vaginanya yang ternyata juga wangi.

“aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… terus… jangan berhenti… terus…. Mama pengen kamu terus ciumin punya mama…. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… mama mohon jangan berhenti” berkali kali cairan sperma keluar dari vagina ibu mertuaku. “setelah beberapa menit aku beralih menciumi leher, dada, dan kedua payudaranya yang montok sambil menindih tubuhnya.

Penisku yang tegak berdiri menggesek gesek selakangannya.. “aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… kenapa ….. kenapa sayaaaang….. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh……

“kenapa gak kamu masukin…. Mama uda gak tahan… aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh……”
“maaf ma… aku takut mama hamil….soalnya aku takut tidak bissa menahan air maniku nanti…..” sahutku menjawab.

“oooooohhhh… aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… tidak sayyang tidak jangan buat mama tersiksa cepat masukin…. Mama gak peduli hamil apa tidak….” Langsung aku menancapkan penisku kevaginanya yang basah.

“slep slep slep slep” penisku keluar masuk keluar masuk. Aku berulang kali menggenjot tubuhku. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… “

beberapa menit kemudian penisku bereaksi pinggul seperti bergetar hebat saat air maniku keluar deras menuju kedalam vaginanya ibu mertuaku. Beberapa menit kemudian kami berganti posisi yaitu ibu mertuaku duduk diatas pangkuanku sambil mengelus elus rambutku dan menggenjot genjot tubuhnya.

Akupun menciumi leher, dada dan payudaranya dengan liar dan bringas. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah “aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… “

Tak lama kemudian kurasakan air maniku keluar bersamaan dengan air mani ibu mertuaku.

“Kenapa gak dari dulu sih kamu melakukan ini pada mama aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… “ sambil mendesah dan memejamkan mata dia bertanya kepadaku. “aku tidak tahu ma… kalau sebenernya mama pengen banget bercinta dengan aku….” Jawabku dengan nada lirih.

Setelah beberapa menit kami berganti posisi lagi. Posisiku sekarang tubuhku berbaring diatas ranjang dan ibu mertuaku menindih tubuhku. Dia berkali kali menggenjot genjot tubunya sendiri sambil mendesah dan memejamkan mata “aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… “ waktu terus berlalu kami tertidur sampai pagi Gilangnjang besar itu”

sinar matahari menyorot wajahku dari jendela. Kulihat ibu mertuaku sedang duduk tersenyum diatas ranjang sambil memandangku. “ayo bangun sayaaaang udah pagi nih” sapa ibu mertuaku sambil mengeringkan rambutnya yang basah

“mama…uda pagi yah…ma…. Ma aku pengen lagi nih.. langsung ku ciumi lehernya sambil memeluknya dari belakang. “eits… eits… jangan jangan jangan gak boleh gak boleh…. Kemarin aja jual mahal sama mama…. Sekarang kamu sendiri yang minta” sahut mamaku sambil ketawa kecil. “mending kamu mandi dulu sana gi….

Habis itu kita sarapan dulu baru deh kita lanjutin lagi ronde keduanya…. Gimana sayang tawaran mama? Mau gak? Kalo gak mau yah kamu gak boleh nyentuh mama lagi” tawar ibu mertuaku. “ya deh ya deh… aku mau” sahutku dengan ketawa.

Habis mandi dan sarapan pagi, siang sampai sore aku melakukannya lagi dikamar itu. Malamnya aku dan ibu mertuaku jalan jalan ke pantai Kuta. Setelah pulang dari pantai Kuta, malam hari kira kira pukul 12 malam aku melakukan ronde ke 3 dengan ibu mertuaku.

Waktu terus berlalu. Sepulang dari Bali secara diam diam kami juga sering melakukan hubungan sex DiHotel dan dirumah tanpa sepengetahuan istriku dan papa mertuaku.