Kumpulan Cerita Muda Mudi

Friday, 2 June 2023

Binalnya Istri Yang Kesepian

Binalnya Istri Yang Kesepian

Binalnya Istri Yang Kesepian

Binalnya Istri Yang Kesepian - Namaku Rangga aku tinggal bersama istriku dan 1 anakku kami adalah keluarga harmonis, aku bekerja sebagai di perusahaan dan istriku ada ibu rumah tangga yang baik wajahnya cantik tubuhnya bagus, montok selalu bisa memuaskan aku tetapi beberapa hari ini dia tidak mau kusetubuhi ntah mengapa aku sangat ingin merasakan memeknya yang sempit lagi

Suatu hari aku akan berangkat kerja aku melihat istriku sedang ganti baju lalu kudekati dan kuremas payudaranya dia hanya mendesis tanpa perlawanan namun waktu ingin kujamah memeknya dia menolak dan menepis tanganku dan berkata

“Lihat tuh udah jam berapa? ntar telat lagi. Ntaran aja Ngewenya mama lagi nggak mood”katanya sambil mencium bibirku tapi tanganya tidak lepas dari kontolku
aku sudah hampit 3 minggu tidak diberikan jatah oleh istriku, aku ingin sekali merasakan kenikmatan lagi rasa hornyku sedang mengebuh2 sekali

Namun semua berubah ketika aku bertemu dengan Mbak Rita Umurnya sudah 35 tahun tetapi Wajah dan tubuhnya masih kencang sekali dan manis, tubuhnya Seperti model Payudaranya bulat Dan pantatnya yang semok membuatku selalu membanyaginya. ditambah lagi dia selalu mengunakan celana dan baju ketat. Apalagi sewaktu dia duduk kakinya benar benar lasak hampir setiap kali aku melihat dia mengangkang kearahku dan memperlihatkan CDnya terkadang pun dia sengaja melepaskan CDnya

Karena aku sudha lama tidak menikmati lembutnya lubang wanita aku putuskan untuk mendekati Rita untuk menjamah tubuhnya, ketika aku sedang asik memandangi memeknya dia menatapku dengan tatapan manja dan merayu yang membuatku luluh dan mendatanginya karena keadaan kantor yang sedang kosong

“Ditutup dong Mbak Rita” kataku mencubit pahanya

“Aah..Iyah risih banget kalau make CD, kalau nggak pakekan lebih leluasa” katanya mengelus pahaku

“Aih masih nakal juga yah.. Lagi Horny yah? Emang masih jepit?” Langsung to the point

“Mmmh..Kamu kuat berapa lama sayang? Kamu mau aku jepit?” katanya

Aku langung mengangkat tanganya dan mengarahkan ke kontolku yang sudah tegang

“Nah, Sekarang masih nanya lagi seberapa lama saya tahan?” kataku melihat wajah Mbak Rita yang semakin yakin untuk melayaniku

Rita pun berdiri menarikku dan Rita duduk dimeja mengangkat kedua kakinya diatas menyingkapkan roknya sampai ke pingggang, dan jari lentiknya mulai mengosok2 klistorisnya perlahan memancingku untuk memMbaka semua pakaiannku

“Masih mulus aja yah Mbak, Jarang dimasukin yah?”

“Iyah nih saya sudah lama ditinggal suami, Bulan2 ini saya lagi kepengen banget mas” katanya cemberut tetapi mukanya sudah sangat mupeng banget membuatku ingin entot memeknya

“Ayuk Mbak, kalau mau. tapi rahasia ini jangan sampai siapapun tau yah!” kataku dengan tegas. lalu kubaka celanaku dan kuplorotkan kukeluarkan kontolku yang sudah mengacung dan kukocok didepan memeknya

“Kontol mas lumayan juga, kayaknya sanggup muasin saya terus nih” katanya bangkit dan mengocok kontolku dengan cepat

“Aah mmh Mbak santai saja, binal banget yah!” kataku melepas bajunya dan meremas toketnya yang kencang dan lembut terus kumainkan putingnya yang mengeras itu Rita mendesis kegelian ” Aahh Ssmmh geli mas ”

Cerita Lainnya:   Istri Tetangga Yang Kesepian

“Iyah Mbak, hisap dong kontol saya” Mbak Rita turun dan menghisap kontolku kuluman demi kuluman menghantam kontolku darimulai batang sampai ke kepala kontolku semua dijilat tanpa sisa, Aku menddesis kenikmatan ketika lidahnya menyerang kepala kontolku yng sangat memerah dan memainkan lubang kecingku

“aahh Mbak enaak banget hisapan kamu, Dasar Binall” Kataku

“Eihhss.. Srupp srupp Mmmh mmhh Besar bange..Enak banget” katanya menikmati kontolku

“Hisap lebih kencang yah sayang, bentar lagi kau bakala crot nih, kamu telan semua spermaku yah” katanya

10 menitan berlangsung, kontolku muncrat dimulutnya semua, kusodok terus mulutnya agar spermaku masuk kedalam rongganya

 



“Ehmm..eehmm Uu..dah..mmh mmmh” katanya tak beraturan karena kontolku mendesak mulutnya

Kugendong tubuh Mbak Rita keatas meja dan kukangkang pahanya lebar lalu kujilat bibir memeknya yang basah, kuhisap semua memeknya dari bibir sampai keklistorisnya dan sesekali kumasukan lidahku kelubang memeknya mbak Rita hanya mendesah dan bergetaar karena kegelian bertambah kenikmatan

“Aahh..aahh..aah Enakk Baanget, jilatin terus disitu Eee..nakk” desah Mbak Rita keenakan kujilatin.

Lidahku kumainkan dilubang memeknya yang basah, lidahku bermain dengan klistorisnya ku toel2 dengan lidahku semakin Mbak Rita mengejang dan mendesah tak berapa lama diapun orgasme yang pertama, semprotan maninya cukup deras

“Aaahh…Aahh Aakuu keeluuarr sayangg, Aahhh Ennak banget jilatan kamuu” kata Rita mengelinjang tubuhnya bergetar2 menerima orgasme yang keluar

“eehmm…mmhh sshht.. aahhh..aahhh Ka..muu yaa..h” katanya sambil memainkan itilnya yang mengeras dan memerah

“Sekarang masukin lagi yah Mbak, soalnya udah nggak tahan banget” kataku mulai mengarahakn kontolku ke memeknya kugesek bibirnya dan menoel klistorisnya membuat dia semakin meringis karena tak sabar lagi langsung kuhujam memeknya

Srrrupp, Bleesshshhh! Akhirnya semua kontolku yang tak besar kali masuk dengan penuh dimemeknya, Lalu langsung kugoyang dan kupeluk tubuhnya

“Hmmm..enaaknya, Aahh Aaah Aaah Aaah Mmmhh Sshh Aahh! Kencengan dikit mass Aaah” desahnya terus menerus berbunyi dengan menghisap leherku

“Eenak kan Mbak? entot lagi nih” kugoyang semakin cepat merasakan nikmatnya memeknya menjepit dan menhisap kontolku

“Aahhhh…Aaaahh…Ooohh..entott memek saya…aahh.. Weenaakkk” desahnya kuhisap putingnya dan kujilat semakin membuat kami bergairah setelah 20menitan kuentot tappi masih belum ada pertanda aku akan orgasme.. namun memek Mbak Rita sudah berkedut dan muncrat untuk kedua kalinya lagi… Creeet Crett Crett, Aku terus mengoyang kontolku walaupun Rita sudah orgasme karena nikmat sekali rasanya

“Aaah..Sudahh…Aaahh M…hhh Ja..nng..an lagi ud..ahh..h nggak kuuatt,” kata Rita menjambak ramMbaku dan tubuhnya terus bergetaarr sampai akhirnya aku muncrat didalam memek Mbak Rita… Crott Crrrott Crotttt kusemburkan semua spermaku kedalam memknya dan kutekan dalam dalam Rita hanya meringis pelan dan menahan sakitnya.

Akupun langsung bangkit dan menyuruh Mbak Rita untuk gantian diatas mengoyang

“Sayang kita pindah kesofa yah, Kamu gantia yang goyang diatas” dia hanya mengangguk dan kugendong tubuhnya dengan posisi kontolku masih menancap dimemeknya. Lalu aku rebahan da Rita langung mengoyangkan tubuhnya naik turun kiri dan kanan membuat kontolku seperti diobok-obok tak karuan

“Aauu Aahh Uuhh aaahh…Ammhh Jago banget goyangnya Mbak binall” kataku memeras toketnya kencang
“Aaahh sakit mass, remesin pantat saya aja,” tanganku mengarah kepantatnya yang besar dan semok lalu kuremas sekencangnya dan kutampar-tampar membuat dia semakin liar bergoyang

Cerita Lainnya:   Kenikmatan Tubuh Montok Tante Reni

“Pok Pok Pok Pok , Plak Plak ” suara pompahan memeknya aku tak tinggal diam aku pun ingin juga merasakan memeknya lagi. Kuentot dari bawah memeknya yang becek itu “Jleb jleb jleb jleb” suara memeknya yang becek

 



“Ampun Aahh…Ampun mass…Aaahh eeenakk bangett… Ooohh eentot sayang sepuass kamuu Aaaahh huuuu” rancaunya

“Dasarr wanita pemuass, Binaal, kamu harus entot sama aku setiap harii yah” kataku menampar pipinya dan menjambak ramMbaknya lalu kuentot memeknya dari belakang pelan tapi masuk kedalam mentok rahimnya membuat dia teriak sejadinya

“Awwww, Sakit bajingan kamu… Entotin aku cepatt…Kamuu harus entot aku Setiap harii!!”rancau kami berdua semakin liar

Kulihat anusnya sangat mulus dan bersih aku cabut kontolku dari memeknya dan memasukan ke anusnya yang sudah setegah lobok tapi msih agak susah dimasukan, Kuarahkontolku kelubang duburnya dan kutekan

“Aaaaghhhhh…. Jangann Lubang Pantatku maaass! Sakiitt Aahh Bajingann kauu” katanya semakin liar menjambakku

“Ngghhhmm Aaasshhh, Aaaarrrgghhh Sakkiittt masss… Bajingann janngannn entot Lubang pantatkuuu Sakitt” kulepar tamparan kepipinya dan kucengkrm pipinya dia tidak marah apalagi nangis kulihat dia senang kubuat seperti ini

“Anus kamu bagus sekali, aku pengenn entott nih…” Kutekan lagi kuat dengan sekali dorongan pun akhirnya kontolku masuk kedalam memeknya terasa sekali jepitan dagingnya kusodok pelan pelan

“Akhhss.. amphunnn… ahhhsss enakhhhmaaass.. sssttt..,” desahnya tangannya mendekap tuMbaku erat sekali dan meremas punggungku

“Ughhh… Eeee…..naakkk Sempiit bangett… Jepitt sayangg” kataku dan Ritapun menekan pantatnya dan kusuruh dia untuk mengoyang kontolku

“Ennakhh, Sekarang Kamu yang goyang Kontolku” pintahku

Wajahnya memerah menahan rasa sakit yang kuberikan tetapi akan berujung menjadi nikmat,

“Aaahh Ssttt Bangsatt Sakit banget… AAaahhh Ooohh Aaaahhh” kata joroknya mulai keluar. Kukeluarkan kontolku aku bangkit dan berjalan kearah mesaku dan meengambil lotion lalu kulumuri kontolku dengan lotion dan lubang memeknya.
kusuruh Rita menungging dan kumasukan lagi kontolku ke anus dia. Rita hanya meringgis sakit

Tanganku meremas kencang toketnya tetapi kontolku terus menghujam kencang dan kuat ke duburnya yang membuat dia akhirnya mendesah karena sudah tidak begitu sakit lagi

“Aaarhhh Eeenaakk, Sodok kuatt mass,,, Aaahhh”

kuentot semakin kencang sambil memegang pantatnya dan kutampar pantatnya kuat terus menerus kuremas sekitaran 20meitan kami ngentot dengan anus akhirnya aku pun ingin mucart kutarik kontolku dan kumasukakn kememeknya. kugoyang lagi memeknya secepat mungkin dan dalam akhirrnyaa ! Crrroott CCCCRRRRROOOTT! Kumuntahkan spermaku semua di memeknya tampah sisa

Tetap masih kugoyang walaupun diasudah orgasme, Kuentot terus tanpa henti sampai dia sangat mengelinjang dan bergtar. kami pun terbaring lemas dikantor beberapa menita kemudia kami bergegas membersihkan tubuh dan balik ke meja masing masing karena sebentar lagi anggota lainnya datang

Kami terus melakukan Hubungan ini kapanpun dimanapun tak ada yang mengganggu.

Istri Tetangga Yang Kesepian

Istri Tetangga Yang Kesepian

Istri Tetangga Yang Kesepian

Istri Tetangga Yang Kesepian - Namaku Risma Aku berumur 32 tahun. Keseharianku hanya Dirumah. Memebersihkan Rumah, Menyiapkan Makan Keluarga, Dan lain sbagainya. Aku mempuyai seorang suami seorang Militir yang setiap jarang sekali pulang sekalinya pulang paling hanya 1 atau 2 malam saja dirumah.

itulah yang membuatku menjadi binal ketagihan selingkuh karena aku jarang sekali merasakan kenikmatan. Aku memiliki postur tubuh yang Sexy dan Semok, Toketku berukuran 36B Sintal, Bokong bulat padat, pinggul lebar.

Suatu siang hari aku sedang menyapu halaman rumah, lalu ada tetanggaku yang memang berpenampilan menawan dan elegan yang setiap pagi pergi kantor tapi hari ini dia tidak pergi kerja, lalu duduk dihalaman rumahnya dengan secangkir kopi kusapaan duluan sih pria itu

“Hmm, Siang mas lagi nyantai nih?” tanyaku

“Siang kembali mbak, Iyah nih lagi nyantai aja”, sahutnya sambil tersenyum.

“Ehm boleh ditemenin? kalau mas nggak sibuk sih” tawarku

“Gimana yah, tapi yauda silakan” jawabnya dengan ramah

“Tunggu sebentar yah mas saya masuk dulu, ganti pakaian” kebetulan pagar kami satu jadi mudah masuk kesebelah rumahnya.

Aku berjalan masuk rumah dan menganti pakaianku, aku berharap bisa mendapatkan kenikmatan bersamanya jadi munculah pikiran binalku. Aku mengenakan daster putih longgar dan tipis tetapi aku sengaja tidak memakai bra dan cd agar dia melihat kemolehkan tubuhku

“maaf yah udah nunggu lama”kataku dan dia menoleh memandang tubuhku dari ujung kaki sampai ujung kepala membuat dia tak lepas memandangi

“Ee..h.. Ii..ya Nggak papa kok” katanya dengan nada gugup

“kenapa gugup? Ada yang salah yah ?”, Kataku pura2 cemberut

“Ohh tidak kok, kamu kelihatan cantik dan sexy” pujinya

“Ah beneran? Saya sudah umur 32 tahun masa masih sintal sih?” tanyaku mengoda

“Iyah Mbak masih moleh banget, lihatin aja tuh susu kamu ada masih kencang” katanya dengan nakal

“Isshh Kamuu nakal yah, udah ngarah kesusu aku aja” kataku sembari mengelus toketku yang menonjolkan putingnya

“Udah duduk dulu, biar aku buatin minum” katanya

“Iyah deh boleh” kataku

Lalu dia jalan kebelakang membuatkan kuminuman, Tapi pikiran kotorku semakin menggila aku akan melakukan sesuatu agar dia biar nafsu melihatku. Jadi kuputuskan untuk mengangkang dihadapannya dan merunduk agar toket dan putingku kelihatan olehnya. 5 menitan dia kembali kedepan memberikanku minuman tapi sebelum dia keluar pintu aku sudah memposisikan dudukku kearah pintu dan membuka lebar pahaku agar memekku terlihat olehnya

Ketika dia berjalan kearah pintu rencanaku akhirnya berhasil dia melihat kearah memekku ditumbuhhi bulu memek yang lebat tapi rapi dia terus memandang tak henti sampai dia sabar ketika sudah sampai dihadapanku

“Ohiyah ini Tehnyaa Mbak silakan diminum”, Dia merunduk sambil meletakan tehnya tapi matanya terus saja berusaha melihat memekku

“Hey mas-nya belum punya Istri?” tanyaku

“Kebeneran untuk sekarang belum mbak, kenapa? ”,

“Tidak papa sih, Soalnya sayang aja Masaan perjaka Gini nggak ada istrinya”, kataku sambil tertawa kecil

“Bukan nggak ada yang mau mbak, cuman belum ada yang pas aja”,

“Gimanaa kalau mas nemenin Risma aja?”,

“Nemenin Ngapain yah mbak?”

“Iyah nemenin Risma Dirumah, daripada nggak ada kerjaan dimari”,

“Emang dirumah Risma Kosong? Ntar kalau Suaminya marah gimana?”

“Sudahhlah ikut saja, itu semua sudah saya atur”

“Okeedeh”,

Kami berdua berjalan masuk rumahku dengan kondisi sangat sepi lalu kuantarkan dia kekamarku dan disitulah menjadi saksi kalau kami sudah berhubungan intim


Kusuruh Ilham duduk diatas ranjang saja aku ingin kemar mandi untuk membersika ntubuuhku lagi karena aku tidak mau kalau saat ngentit tubuhku lengket. Sekitar 10 mentian aku balik kdari kamar mandi dengan hanya bertelanjang tanpa memakai apapun, lalu aku masuk kekamar yang dikejutkan lagi rupanya Ilham sudah telanjang dan tidur telentang

Cerita Lainnya:   Cerita Seru Kenikmatan Tubuh Montok Tante Reni

“Owwh, Kamu sudah tau yah apa yang mbak inginkan sayang?” tanyaku

Dia mengocok kontolnya yang lumayan besar dan panjang dan mengatakan

“Iyah tau dong, Dari tingkah mbak kelihatan banget butuh kepuasan”, katanya tertawa

“Hehe kamu pintar juga sayang, Yasudah kamu sekarang puasin mbak yah. Mbak belakangan ini cuman bisa pake dildo”, kataku merenget

 



Aku mengunci pintu kamarku lalu kubuka pakaian Ilham dia hanya diam dan mematuhi permainanku

“Mbak ayo naik sini, Aku udah nggak sabaran pengen ngerasain goyangan janda”,

Aku melangkah mendekatinya dan naik keranjang dan mendekatinya kupegang kontolnya yang hangat dan keras mulai kukocok-kocok perlahan semabri jariku mengelus memekku yang sudah gatel

“Isepin dong Mbak Risma, Sudah tegang banget ini?” mintanya sudah mulai berani sambil memandangi wajahku, dan akupun mulai menjilatinya,

Dia melepas isapan mulutnya di payudaraku dan bangun serta duduk di dekat kepalaku sambil sedikit dia memiringkan badanku kearahnya dan dengan tidak sabaran langsung saja batang penisnya yang masih setengah berdiri kupegangi dan kepalanya ku jilat-jilat sebentar dan langsung dimasukkan ke dalam mulutku. aku segera saja memaju-mundurkan kepalaku sehingga penisnya keluar masuk di mulutku.

“Aah.., ooh, Mbakk… teruss… ooh… enaaknyaa, uuuuhhhh.. oohh”, Desah Ilham sambil membelai rambut di kepalaku dan sesekali dia menjambak dan baru sebentar saja aku menghisap penisya, terasa penisnya sudah tegang sekali.

Tiba-tiba saja penisnya dikeluarkan dari muluntuku dan langsung dia berkata.

“Mbakkk…, isap.., lagii.., doong”, pintanya kepadaku. Tetapi aku menjawab dengan sedikit meminta.

“Kamuu isepin memek mbak juga dong, ini kan gatell” kataku

Ternyata dia langsung mengerti apa yang aku mau dan langsung saja dia merubah posisi dan dia menjatuhkan dirinya tiduran ke dekat kaki ku

Dengan perilakunya aku bergerak dan berganti posisi tidur di atas badan Randi sehingga Memekku tepat berada di mulutnya, maka tanpa bersusah payah dia sibak bulu-bulu vaginaku yang menutupi bibir vaginaku dengan kedua jari tangannya dan dia menjulurkan lidahnya menusuk ke dalam vaginaku yang sudah basah oleh cairan.

Ketika ujung lidahnya menyodok kelubang vaginaku, langsung saja ku menekan pantatku ke wajahnya sehingga terasa dia sulit bernafas dan langsung ku kocok-kocok Kontol Ilham.
Ketika lidahnya menjelajahi seluruh bagian vaginaku dan bibir vaginaku tetap dia pegangi, aku lalu menaik-turunkan pantatku dengan cepat dan aku merasa keenakan dijilati. Aku mendesah yang agak keras karena terlalu nikmat.

“ooh… Haammmm, aahh teruus.. hammm, aduuh… enak.. iyy..aah oohh… ooh…”, desahku. Dan sesekali clitorisku yang sedikit menonjol itu dan sudah mulai terasa mengeras, dia hisap-hisap dengan mulutnya sehingga desahan demi desahan keluar dari mulutku,

“Oooh.. iyahh.. It..il, Hisapp it..illku, enaak, Sayang”, desahku kenikmatan dengan perilakunya. Dan aku melepaskan pegangan dipenisnya Randi dan Aku menjatuhkan diri dari atas tubuhnya dan tidur telentang sambil memanggilnya.

“Iman..Oooh…ohh.. masukinn yah.. akuu..udah .gakk.tahannn”, memintaku.

Dia segera saja bangun dan membalik badannya serta dia menaiki tubuhku dan aku ketika tubuhnya sudah berada di atasku, aku membuka kakiku lebar-lebar dan dia tempatkan kakinya di antara kedua kakiku. Dengan nafas terengah engah dan mencoba memegang penisnya aku berkata,

Cerita Lainnya:   Kenikmatan Bersama Sekretaris Cantik Dan Montok

“Raann.., cepat dong, masukin. mbak sudah tidak tahan.”

“Tunggu sayang, biar Aku saja yang masukin sendiri”, katanya, tanganku yang tadi mencoba memegang penisnya tetapi rupanya aku akui sudah tidak sabaran lalu kembali aku berkata.

 



“Rann, ayoh dong, cepetaan, dimasukiin, punyamu itu!”, aku memintanya kembali.

Dan tiba–tiba Ilham memegang penisnya dan menggesek-gesekkan di belahan bibir vaginaku beberapa kali dan kemudian dia mulai menekan ke dalam serta,

“Blees”, terasa dengan mudahnya penisnya masuk ke dalam lubang vaginaku dan aku terkaget bersamaan penis masuk kedalam vaginaku.

“Aaww Aww Ilhammmmm.. Aaaww Aaahh Sshhht Enaakk Banget kontol kamu”, aku sambil mendekap Ilham erat-erat.

“Sakit, sayang?”, tanya Ilham. Dan aku hanya menggelengkan kepalaku sedikit dan aku menciumi disekitar telinganya aku pun berbisik,

“Enaak, sayang… aku bakalan ketagihann nih sama kontol…. kamuu mann….”, aku mendesis.

Dia menciumi wajahku dan sesekali dia hisap bibirku sambil dia memulai menggerakkan pantatnya naik turun pelan-pelan, aku mencengkram punggungnya Ilham dengan keras. Dan aku berkata sambil menikmati goyangan pantatnya.

“Sayang masukin dalamdalam, baru diammin saja mbak mau ngerasain kontol kamu”, pintaku sama Ilham.

Aku langsung mempermainkan otot-otot vagina kenikmatanku, kontol Ilham terasa penisnya seperti di pijat-pijat serta tersedot-sedot dan jepitan serta sedotan vaginaku semakin lama semakin kencang sehingga penisnya terasa begitu nikmat dan akupun menikmatinya.

“Oohh… sshh… mb..ak… enaknya… ooh… terus Busshh sayang, aduuh, enaak!”, Ilham merasa menikmati sedotan vaginaku.

Dan Ilham sudah tidak dapat tinggal diam saja, langsung pantatnya naik turun sehingga penisnya keluar masuk lubang vaginaku serta terdengar bunyi,

“Crreett… crettt…”, secara beraturan sesuai dengan gerakan penisnya keluar masuk vaginaku yang sudah sangat basah dan becek.

“Sayang, cabut dulu punyamu, biar aku lap dulu punyaku sebentar”, kataku sama Randi.

“Biar saja mbak… nikmat begini kok”, sahutnya sambil meneruskan gerakan penisnya naik turun semakin cepat dan aku tidak memperhatikan jawabannya karena merasa kenikmatan yang sangat enak.

“ooh… sshh… aakk, aduuh, terusinn sayang ooh..”,

Sambil mempercepat goyangan pinggulku serta kedua tanganku yang dipunggungnya selalu menekan-nekan disertai sesekali aku menyempitkan lubang vaginaku sehingga terasa penisnya terjepit-jepit dan aku menikmati hal seperti ini.

“ooh.. Bu… sshh.. oohh.. enaak.., Buuu.. aku, aku sudah nggak kuat, mau… keluarr, Bu…”, desahanknya yang sudah tidak kuat lagi menahan keluarnya air maninya.

“Rann, ayoo… Ran aduuh, ooh… Aku juga, ayoo sekaraang, aakkrr.., Sayang”, dan dia melepas air maninya semuanya ke dalam vaginaku sambil dia menekan penisnya kuat-kuat dan aku pun mendekapnya dengan sekuat tenagaku.

Baru sekarang kuraih kenikmatan yang luar biasa. Sungguh aku merasa nikmat,
Dia terkapar di atas badanku dengan nafas ngos-ngosan demikian juga dengan nafasku yang sangat cepat. Setelah nafas kami mulai mereda, lalu dia berkata,

tiba tiba Ilham menancapka kontolnya dalam dalam aku cengkeram punggungnya dengan kedua tanganku dan aku berkata.

“Aaaiisshh Ooohh Kamu bandel juga yah sayang, Eenaaak taauuuu!!” desihku

Kenikmatan Tubuh Montok Tante Reni

Kenikmatan Tubuh Montok Tante Reni

Kenikmatan Tubuh Montok Tante Reni


Kenikmatan Tubuh Montok Tante Reni - Namaku Manto Aku kuliah di UI Depok, Aku tinggal bersama Tante Dan Suaminya. Awalnya kami hidup Tentram, Damai Tapi suatu saat Tanteku Memergoki Pamannku sedang Asik Ngehoy Dengan Selingkuhanya Dikamarnya, Sontak Membbuat Tanteku Pitam dan Menggugat Cerai pamanku, Jadi Untuk sekarang aku hanya tinggal berdua dengan tanteku.

Namanya adalah Tante Reni, Dia begitu Cantik, Putih, Bersih, Semok, Aduhaii Walaupun diumur yang sudah 35 tahun tapi tubuh dan cantik bertubuh putih, lekuk tubuh nya aduhai, pantatnya semok, toket nya besar dan padat, paha nya putih mulus,ukuran toketnya 36C. Kadang2 aku suka memandangi toket, paha ataupun pantatnya, mengetahui sering kali Tante Reni memamerkan tubuhnya didepanku.

Malam hari tiba, Sekitar jam 7an Aku sedang menonton tv dikamar Tiba tiba Tante Reni masuk kedalam kamar hanya memakai baju ketat dan CD berenda saja, tapi kenapa dia masuk kekamarku aku yang menonton tv dengan posisi telentang, tante Reni duduk dihadapanku dengan posisi duduk jongkok. Karena posisi Tante Reni memamerkan mekinya yang tembem membuat kontolku tegak dari balik celana karena aku tidur tidak memakai CD

“Eeh..h Man? Baru ngelihat gini aja punya kamu udah ngacung, Gimana kalau masuk hihi”, ledeknya tersenyum

“Siapa juga yang nggak ngaceng ngelihat Tante Reni Cuma Pakai CD” ledekku lagi

“Emang kenapa kalau cuman pakai CD? Kamu mau Perkosa tante?” Katanya menantang

Aku tanpa menungu lama lagi langsung aku bangkit dan menerkam tubuh Tante Reni dia hanya diam dan mendesah tetapi sangat keras

“Aaaah…Aaahh… Eenaaakkk… Perkoosaaa akuu Man” teriaknya membuatku panik

“Tantee jangan teriak gitu takut kedengaran orang ntar” kataku sambil tanganku terus meremas toket nya

“yehh tapi tanggan kamu masih aja ngerepein Toket Tante” katanya manja

“Abisnya Tantee Sexy Banget sih, Buat Manto makin Horny”. Tante Reni mengelus memeknya pelan pelan dari luar celana dalamnya

“Perkosaaa Tantee Memek tante sudah lama tidak digenjotin nih, Aaahh Geli sayang” kata Tante Reni mendesah

Aku buka lebar2 paha nya, terlihatlah gundukan mekinya yang tembem yang masih menggunakan celana dalam merah berenda serta paha putihnya yang mulus

“Sayang Tante pengenn banget dientot, Memek tante gatel banget belakangan ini” tante langsung melepas bra dan cdnya dan mulai mengocok kontolku yang sudah dari tadi tegang

Cerita Lainnya:   Kenikmatan Bersama Sekretaris Cantik Dan Montok

“Ngapain buru”sih tan santai2 aja kali”kataku

“biarin aja, supaya tambah binal dan supaya kamu makin nafsu sama Tante!!!”katanya

kulumat bibirnya, kami berciuman, saling melumat bibir, air liur kami saling bersatu dan saling lilit lidah. Tangan ku pun tidak tinggal diam,menyusup ke selakngkangannya, mengelus memek dan itil nya. Tante Reni mendesahh.

 


“Aacchh…emmhh….eeeemmmmhhh…aaaacchhh, oohh nikmat banget…!!”serunya

“oohhhh….teeeruuuuss, iyaa itu itil ibu, oooocchhh….elus teruuuuss…”

Tanganku tak hanya mengelus tapi jari telunjuk dan jari tengah ku mencoba untuk mengobok2 ke dalam memeknya, ternyata memek nya sudah basah bahkan karena banyak nya, Cairann memeknya meledak keluar dan banjir

“Memekmu sudah becekk, Udah nggak sabar dientot yah?” kataku menanpar toketnya

“Ooohhh….Eeeemmhhmm, Iyahh Manto….Tante pengen dientot sama kontol kamu….aaaacchh” balasnya sambil meremas toket yang kutampar tadi

“aaacchhh…..aacchhh…ooohhmmmm….aaacchh, Kencengan lagi Manto….!!”

“öoooowwwwhhhh……aaacchch…terus kocok memek Tantee..ooohhhh, Obok terus pakee jari kamuu…..oooohhhh”

Tidak hanya memek yang aku mainkan, susu nya pun tak lepas dari jamahan tangan ku, puting nya aku pilin2 lalu berganti meremas susu besar nya,

“aaaaccchhhhcchh…..mmmhhmmmh, Tante Orgasme Sayangg.aaaccchhhhhhh……ooooommmhhmm….aaa aaaaaccchh”lirih Tante Reni

Aku biarkan sejenak dia tuk menikmati kepuasan nya

Tante Reni berjongkok dan membuka celana dalam ku serta langsung mengulum kontolku. Tante Reni dengan rakus menyepong kontolku….srruullpp….srruulpp….srlluupp, dia memaju-mundurkan kontolku ke dalam mulut nya.


 

“eeemmmmhhhh…..eemmhhhmmhh…anget banget mulutmu, bu…..oooohhhh niikkmmaaaattt”seruku.
Kenikmatan yang tiada tara ini sedang ku rasakan, aku sedang mengentot mulut janda bahenol. Lalu aku pegang kepalanya dengan kedua tanganku lalu aku bantu dia untuk mempercepat sepongan nya, dia tampak kewalahan, air liur nya menetes di sela2x bibirnya

“oooooommhh….ooommmhhh……ooommmhh…ooommhhh. …ssrruulluupp…..ssrruulluupp” bunyi sedotan kontolku

“aaaccchhh….aaaccckkkhhhhh…nikmaaattt”seru ku
aku remas dengan kuat pantat nya dan aku tampar pantatnya… plllaaakk….pllaaakkk…

“aaaccchhh….ooowwwwwwwww….ssshhhhhmmmmm”desah Tante Reni

“Boleh juga nih pantat Kalau diperkosaa”kataku sambil meremas pantat bahenol Tante Reni

Tante Reni nungging dengan segera dia melakaukannya lalu dia berkata “ayo cepetan,….entot memek Tante, memek Tante udah gatel pengen di entot….aaacchh”

Dengan segera aku remas pantatnya aku sapukan lidah ku pada lubang memeknya, terus aku masukan lidahku pada memek nya, Tante Reni tubuhnya bergetar. Aku terus menjilati lubang memek nya kadang aku gigit dengan gemas bibir dalam memek nya

“ooooccchhh….mmmhhhmhhhhhcchh…..aaaaccchhh h” “mmmmhhhmmm….aaaaccchhhh…..”

Cerita Lainnya:   Tante Reka Tetanggaku Yang Montok

Tangan ku tidak diam, aku elus2 lobang pantatnya, terus aku ludahi lubang pantat nya dan dengan jari telunjuk, aku masukan ke dalam lubang pantatnya. Tante Reni mengerang kenakan dan

“aaahhhh…………. …..oooohhhh….Tantee keluarr keluar…oooohhhhh…memek ku enaaakk….ooohhh koooonntttollll”teriak Tante Reni .

Tante Reni mendapatkan orgasme nya yang kedua, tubuh nya ambruk tertelungkup di kasur, tanpa membuang waktu karena kontolku dan ngaceng banget, aku tunggingkan lagi tubuh nya segera ku masukan kontolku ke dalam memek nya yang sudah sangan banjir lalu aku entot memek nya dalam posisi sujud

“oohhh…rasanya kontolmu makin keras dan besar dalam memekku…oh…aaaccchh” rancaunya semakin gila

“aku juga Tante Reni ….enak sekali mengentoti memek Tante….aku juga pasti ketagihan ngentot sama kamu Raaaaniiii” kata gilaku keluar

“ohhh.. Dekk kakak ketagihan kontol mu…”

“Ohh Raaaniii lonttee kuu aku ketagihan memek dan ittiill mu…” rancauku “aaaacchhh….mmmhhhh….yyyaaahh….entoottt teruuss”

Dengan buas aku genjot memek nya dengan cepat, pantat nya aku remas dengan keras kadang aku tampar Tante Reni memekik

“aaaaaaaaaaaaacccchhhhhhhhhhhhh…….ooooohhhhhhh ”

Aku terus memompa memek Tante Reni mengimbanginya dengan menggoyang2an pantatnya, kontolku terasa ennaak seperti di pijit oleh memek nya.
 

“aaaaaaaaaaaaachhhhhhhhhhhhhhhhh…………….Akuu..uu mmauu Muncc..ratt lagi……….acccccchhhhhhhhh”

Mendengar hal itu semakin cepat dan semakin dalam aku hujamkan kontolku ke dalam memek nya…dia mendapatkan orgasme nya yang ke tiga, Tubuh sekel ini meliuk, kepalanya menengadah ke atas, mata nya merem melek merasakan kenikmatan yang tiada tara dalam memek tembem nya.

“ooohhhh Tante Reni nak sekali ngentottt sama kamu…..oooaaahhhhcchh…ooohhhh memeeekkk…ooohhh…memek enaaakk”desah ku

“aacchh kontol kamu panjaang dan besaarr…enakkkkkk”

Lalu tiba-tiba aku merasa kontolku diperas dan dihisap lobang memek Tante Reni

“Ohh.. enak sekali, sayang..”, kataku sambil mempercepat gerakan kontolku karena sudah mulai terasa ada sesuatu yang ingin keluar seiring rasa nikmat yang aku rasakan. “Tante Reni aku mau keluar Tannn”

“keluarkan saja di dalam memekku, sayang..semprot rahimku…aaaah”, kata Reni sambil mempercepat goyangan pantatnya.

“Tante…..ooohhh…ohhh…ttann…ohhhoookkkhhhh…” desahhanku

Kupercepat kontolku keluar masuk memeknya sambil meremas buah dadanya, lalu tak lama kemudian kudesakkan kontolku sedalam-dalam ke memeknya..

Croott…! Croott….! Croott…!

Thursday, 1 June 2023

Kenikmatan Bersama Sekretaris Cantik Dan Montok

Kenikmatan Bersama Sekretaris Cantik Dan Montok

Kenikmatan Bersama Skertaris Cantik Dan Montok

Kenikmatan Bersama Sekretaris Cantik Dan Montok
- Pekernalkan Namaku Petra Aku berkerja diprusahan PLN (Perusahan Listrik Negara) Aku menjabat sebagai Pengurusan Sistem Tenaga Kerja Perusahaan. Aku berumur 25 tahun sekarang masih cukup muda sih, Tapi aku kemana-mana selalu bersama Skertaris Cantik Dan Montok yang selalu membantu urusan perusahann sampai suatu hari aku terbawa oleh suasana dan terjadilah!

“Selamat Pagi Pak Petra?” sapa Rani padaku.

“Iyah Pagi Rani, Ada Apa yah?” aku balik bertanya.

“Ini pak saya mau mengantarkan Laporan tentang Kondisi mesin mesin Pabrik”

“Ooh Iyah makasih yah Rani” Jawabku singkat.

Tapi Rani tidak beranjak dari kantorku tapi malah menatapku tajam dan tersenyum sedikit membuat ku menoleh kehadapannya lalu aku memandangi dari kaki sampai ke kepalanya dia begitu cantik dan sexy hari ini membuatku tertarik

“Loh? Kamu kok ngelihatin saya gitu sih? hehe” tanyaku

“Nggak kok pak, Bapak terlihat gagah sekali, apalagi kalau Itunya bapak lagi bangun hihi” ledeknya

“Eeh..hh Maafin saya Rani” aku sangat malu ketika kejantananku terlihat tegang oleh skertarisku karena tadi aku sempat melihat video porno karena bosan dikantor

“Iyah tidak masalah pak, Itu sudah biasa kok” senyumnya

“Sudah biasa gimaanaa? Emang kamu sering ngelihatin beginian?” tanyaku

“Nggak sih pak, cuman kan masa sama Skertaris Sendiri harus malu?” godanya semakin liar

“Ehm..m Emang kamu nggak risih apa kalo Adik saya lagi ngacung?” tanyaku

“Sudah tidak gak perlu ditutup pak,”

Lalu kusingkirkan berkas yang menutupi kejantannaku terlihatlah begitu gagah dan besarnya kejantananku kutaruh posisi menyamping Rani tidak berhenti melirik batangku aku tau apa yang diinginkan dia. Lalu aku berdiri dan mengatakan..

“Kamu Kelihatannya Sangat Tertarik Dengan punya saya iyah Sayang?” Godaku

“Ehhmm” dia tersenyum manis memacang wajah menantangku

aku beranjak kepintu dan menguncinya lalu kubuka kemejaku terlihatlah tubuhku yang atletis dan berotot membuat dia semakin luluh padaku “Ayoo kita mulaii.” Dia hanya menurut dan mengikutiku

Aku peluk Rani dan mencium bibirnya lembut Rani tak melawan.. hanya pasrah.. tapi dia ikut melumat bibirku juga.

Tanganku tidak tinggal diam begitu saja.. kuraba ke bawah lalu meremas kuat bongkahan pantat yang bulat dan penuh semakin membuatku kian terangsang.

Kukeluarkan Kontolkuu yang sudah tegang dan kutemepelkan pada perut Rani.

Kulepaskan baju kemejanya dan branya kuremas remas kuat payudara besar berukuran 36B kencang dan sintal itu dia meringgis kesakitan

Setiap remasan yang aku lakukan Rani mengerang di sela ciumanku.. dan itu membuatku semakin bergairah.
Tanpa kusadari Kontolku sudah berada dibawah selakangkannya dan Rani memaju mundurkan pantatnya sehingga tergeseknya kontolku dan mememeknya yang masih dibalut oleh CD

Aku menghentikan ciumanku dan menjalar kelehernya, tapi aku mengatakan

“Nggak papa kalau kita sampai begini?”Tanyaku

“Nggak papa kok mas, lagian aku juga mau kok” kata Rani mengelus kontolku

Tangannku mulai memainkan puting toketnya yang masih merah kecoklatan yang menambah gairahku memuncakDesahan Rani berubah menjadi erangan penuh gairah.



“Aaahh.. aahh.. mas.. oohh..” erangnya

Waktu berlalu.. dan ciumankupun telah berubah pada payudaranya.. erangan dan gelinjang tubuh Rani semakin keras dan kuat.

Ciuman dan jilatanku pada payudara Rani membuatku mengerang semakin keras..

Apalagi ketika jariku menggosok vagina Rani yang telah basah dan hanya ditutupi oleh celana dalam model thong miliknya yang telah basah kuyup oleh cairan pelumas kenikmatannya.

“Aaah.. aahh.. mass.. aahh.. aahh..” erang Rani

Sengaja kutinggalkan beberapa bekas kemerahan di buah dadanya..

Dia cemberut ketika tahu ada bekas kemerahan di dadanya.. tetapi justru kecemberutannya makin menambah kecantikan wajahnya.

Tapi itu ga lama.. setelah beberapa saat Rani kembali mengerang panjang..

Tubuh Rani menggelinjang hebat sambil memelukku erat-erat. Tubuh kami berhimpitan ketat.

Bibirku menyusuri perutnya lalu berhenti di selangkangannya.. terasa asin ketika lidahku menyentuh vaginanya.. cairan cintanya.

Tangannya meremas rambutku ketika lidahku menari-nari di bibir vaginanya.. kakinya menjepit kepalaku.. aku makin bergairah mempermainkan vaginanya dengan bibirku.

Cerita Lainnya:   Cerita Tante Reka Tetanggaku Yang Montok

Selang beberapa saat.. Rani yang telah ‘panas’ menarikku untuk berganti posisi.. ia merebahkanku di sofa.. lantas bergerak pelan mengangkang di atas tubuhku.

Berbalik.. kini ia yang duduk di atas pangkuanku dengan kaki terbuka lebar dan rok yang tersingkap sampai pinggulnya.

Setelah beberapa saat kemudian.. Rani telah tenang. Ia lepaskan pelukannya padaku.. ia tersenyum manis dan berkata di sela deru nafasnya..

“Haaah.. enak.. banget.. mas.. hah.. hah.. enakk.. banget.. kini giliran hah..”

Ia berdiri dan kemudian menarik turun celana dalamku.. dan.. Tuink..!
Betapa terkejutnya dia ketika melihat penisku yang sudah sangat tegang berdiri dengan kokohnya, penisku yang berukuran sekitar 17cm. namun diameternya yang gemuk membuatnya terlihat besar.

Rani memegangnya penuh rasa hati-hati dan nafsu.. setelah terpegang, Rani mengocoknya perlahan.. membuatku yang sudah sangat terangsang menjadi lebih mudah mencapai puncak gairahku.

Aku lantas mengangkat pantatku.. menyodorkan penisku ke mulutnya.. dia menggenggam dan mengocoknya.. memandang ke arahku sejenak sebelum menjilati dan memasukkan penisku ke mulutnya.

kembali kurasakan begitu pintar dia memainkan lidahnya. Antara jilatan.. kuluman dan kocokan membuatku mulai melayang tinggi. Eranganku mengeras seiring dengan kocokan Rani pada penisku.

Beberapa saat berselang Rani mengangkat tubuhnya.. lantas sambil menyingkapkan celana dalam model thong miliknya.. kubantu geraknya dengan menuntunkan penisku tepat berdiri tegak di bawah bibir vaginanya.

Dengan bertumpu sebelah tangah di pundakku Rani menurunkan tubuhnya perlahan..
Slebbhh.. “Nghhh..hhh..” Erangnya nikmat.. ketika kepala.. lalu batang penisku membelah lepitan vagina sempit nan membasahnya.

“Erghhh..hhh..” Geramku tak kalah penuh nikmat.. saat merasakan sekujur kulit batang penisku dibekap kehangatan.. kerapatan belahan nikmat otot dinding-dinding liang vaginanya.

Peniskupun membelah bibir vagina Rani terbenam padat di selorong liang hangat membasah nan menjepit penuh nikmat.
Rasa hangat dan basah serta denyutan kuat menyapa penisku..
Oughh.. Sungguh kenikmatan yang sudah lama aku cari dan damba.

Dengan satu gerakan penisku melesak terbenam dalam liang vagina Rani Pijatan dan denyutan dinding vagina Rani kurasa sangat nikmat..

“Aaahh.. mas.. aahh.. enakk.. bangett.. aahhh..” Rintihnya nikmat mengiringi gerusan batang penisku di liang vaginanya..

“Erghh.. Mas juga Fennhh..” Eranganku tak kalah nikmatnya.. menerima segala rasa nikmat yang membekap di sekujur kulit batang penisku di lepitan hangat membasah vaginanya itu.

Setelah beberapa saat berdiam diri beradaptasi.. Rani lalu bergoyang dengan lembut maju-mundur.. memutar dan naik-turun..

Sementara itu penisku bagaikan dipelintir.. dipijat.. diremas-remas lembut oleh dinding vagina Rani membuat hanya tak sampai 20 menit aku harus mengerang panjang.

“Aaahh.. aahh.. Rani Rani aahh.. aku.. mauu.. k-keluarr.. aahh.. aahh..” erangku.

“Aaahh.. aahh.. keluarrinn.. Didaalammm.. mas.. aahh.. aahh.. enakkk.. bangett..”



Rani semakin memainkan tekniknya sambil memeluk tubuh Rani penisku berkedut kuat.. memuntah sperma berkali-kali dalam liang vagina Rani

Di atas selangkanganku Rani semakin liar mengggoyang.. mengaduk-aduk batang penisku di liang nikmat vaginanya.
Sementara pijatan dan remasan dinding vagina Rani semakin liar pula memberikan rasa nikmat yang tiada tara.

Tiba-tiba Rani memelukku erat disertai dengan gelinjang dan kejangan liar tubuhnya.. bibirnya dengan nafas terengah mencari-cari bibirku.. kusergap.. hingga kamipun berciuman panas.

Sementara di bawah.. Rani semakin kuat menekankan pinggulnya mendesak-desakkan vaginanya pada batang penisku yang dibekap megap-megap digerus keliatan liang vagina.. hingga penisku terbenam seluruhnya.. setandasnya..
Arrgghh.. Betapa rasa nikmat itu memang amat sangat memabukkan..

Kami berpelukan beberapa saat sampai semua itu mereda.. dan Rani yang pertama melepaskan pelukannya dan sambil memegang wajahku, ia berkata..

“Mas.. hah.. hah.. enak banget. Makasih mas, enak banget rasanya.. hah.. hah..”

“Iya, aku juga enak. Makasih Rani enak banget. Mas puas banget..”

 

Kata Rani yang berdiri, lalu membetulkan kembali celana dalamnya.. dan kemudian ia bersimpuh di hadapanku.

Cerita Lainnya:   Cerita Tubuhku Dinikmatin Pacarku Dan Ayahku

Ia pegang penisku yang masih tegang itu dan mengelusnya.. lalu menjilatinya dari buah pelirku sampai dengan kepala penisku.

Rani yang kemudian mengulum penisku. Ia menjepitnya dengan bibir tipisnya dan menaik-turunkan kepalanya.. sementara itu lidahnya menjilati kepala penisku.. Rani juga melakukan isapan lembut pada penisku.
Perpaduan dari semua itu sangat memberikan kenikmatan padaku.

Rani melepaskan kulumannya.. lantas kembali mengocok penisku dengan lembut.. mengulumnya kembali.. membuatku mengerang-erang keenakan.

Puas dengan permainan oralnya kutuntun untuk kemudian merebahkannya ke sofa..

Aku lalu setengah berjongkok di depannya.. tangannya meraih batang penisku yang telah mengacung lagi.. lalu menyapukan ujung penisku ke belahan vaginanya..

Dia menatapku dengan pandangan penuh gairah.. aku jadi agak malu memandangnya.. namun nafsu ternyata masih lebih berkuasa..

Slebbhh.. Dengan sekali dorong melesaklah lagi penisku kembali ke vaginanya.. Dan ahh.. ia masih tetap menatapku ketika aku mulai mengocoknya.

Clebb.. clebb.. crebb.. clebb.. crekk..crekk.. clebb..

Kakinya menjepit pinggangku.. kutarik dia dalam pelukanku.. kudekap erat hingga kami menyatu dalam suatu ikatan kenikmatan birahi.. saling cium.. saling lumat.

Rani mendesah liar seperti sebelumnya.. kurebahkan tubuhnya lebih dalam ke sofa.. lalu kutindih.. satu kaki menggantung dan kaki satunya di pundakku.

Buah dadanya bergoyang keras ketika aku mengocoknya vaginanya.. dia memegangi dan meremasinya sendiri. Beberapa saat kemudian kuputar tubuhnya untuk posisi doggie.. dia tersenyum..
Tanpa membuang waktu.. kulesakkan lagi penisku.. kali ini dari belakang..

Slebbh.. Jleghh.. “Oughh.. Mass..!”

Dia menjerit dan mendorong tubuhku menjauh.. kuhentikan gerakanku sejenak lalu mengocoknya perlahan.. tak ada penolakan. Kupegang pantatnya yang padat berisi… Rani melawan gerakan kocokanku..
Kami saling mengocok.. dia begitu mahir mempermainkan lawan bercintanya.

Kupermainkan jari tanganku di lubang anusnya.. dia menggeliat kegelian sambil menoleh ke arahku.
Kuraih buah dadanya yang menggantung bergoyang indah dari sela blousenya yang terburai.. kuremas dengan gemas dan kupermainkan putingnya.

Batang penisku masih menancap di vaginanya.. kuciumi telinga dan tengkuknya.. Geliat nikmat Rani makin liar.
“Aduh Masssss enak banget masshh.. Rani sukaa, terus Massss..”

Kulepaskan tubuh Rani kembali kami bercinta dengan doggie style.. Entah.. mungkin lebih setengah jam kami bercinta.. belum ada tanda-tanda orgasme di antara kami.

Kami berganti posisi.. Rani kembali sudah di pangkuanku.. tubuhnya turun-naik mengocokku.. buah dadanya berayun-ayun di mukaku.. segera kukulum dan kusedot dengan penuh gairah hingga kepalaku terbenam di antara kedua bukitnya.

Gerakan Rani berubah menjadi goyangan pinggul.. berputar putar dan mengobok kontolku

Tak lama kemudian.. tiba-tiba Rani menghentikan gerakannya.. dia juga memintaku untuk diam.
“Sebentar Mas, Rani ngga mau keluar sekarang..” katanya sambil lebih membenamkan kepalaku di antara kedua bukitnya.. aku hampir tak bisa napas.

Perlahan kutuntun dan kuputar tubuhnya menghadap dinding.. kubungkukkan sedikit.. lalu kusapukan penisku ke belahan vaginanya dari belakang..

Rani mengerti maksudku.. kakinya dibuka lebih lebar.. mempermudah aku melesakkan penisku.
Tubuhnya makin condong ke depan.. Slebbh.. jlebhh..

“Oughh.. Masshh..” desah kenikmatan kembali mengiringi masuknya penisku mengisi vaginanya.

“Sss.. aduuh Mass, enak bangettt Massss.. kontol mass mentokk bangett sampai dinding rahimku”

Desahnya lagi.. sambil membalas gerakanku dengan goyangan pinggulnya yang montok.

Kami saling bergoyang pinggul.. saling memberi kenikmatan sementara tanganku menggerayangi dan meremas buah dadanya.

Kudorong sekalian hingga dia telungkup di atasnya.. aku tetap masih mengocoknya dari belakang..
Dia lantas menaikkan satu kakinya di pinggiran meja.. penisku melesak makin dalam.. kocokanku makin keras.. sekeras desah kenikmatannya.

“Sss.. eegghh.. udaahh Mashh.. Ranii nggaak kuaat, mau keluar niih..” desahnya

“Sama.. saya juga..hhhh..”

“Kita sama-sama, keluarin di dalam saja,”

“Erghhh.. orghh..” Crett.. crett.. crett..

“Auughh.. masshh..!”

Tante Reka Tetanggaku Yang Montok

Tante Reka Tetanggaku Yang Montok

Tante Reka Tetanggaku Yang Montok

Tante Reka Tetanggaku Yang Montok - Namaku Randi Aku tinggal di Komplek Sugo aku tinggal bersama tanteku 1 Rumah yang sangat besar, Pada suatu hari aku sedang berada diteras rumah mencari udara segar dan sedikit olaraga.

Aku Melihat Tante Reka yang sedang Yoga dihalaman depan memakai baju yang longar dibagian dada, dia mengayunkan kakinya terbuka dan tertutup Lalu terlilah paha yang mulus dan bentukan memek yang terceplak karena Tante hanya memakai Celana ShotyPants.

Tante Reka Bekerja sebagai Guru Olaraga Yoga Dia selalu menjaga bentuk tubuhnya. Tante Reka punya suami tapi dia sudah ditinggal karena suaminya sering bermain dengan wanita lain. Sehingga diusia 37 tahun dia terlihat 10 tahun lebih muda. Seperti “Tamara Bleszynski” Hot dan menggairahkan dengan payudara yang kencang dan sintal.

Ketika aku ingin kekamar mandi untuk mandi aku melepas semua pakaianku dengan hanya memakai handuk saja sampai ruang tengah kulihat TV masih menyala Tante Reka tidur disofa depan TV itu. Tante Hanya Mmenggunakan Bra Dan CD saja Kalau tidur tidak memperdulikan orang. Tiba-Tiba kontolku mulai berdiri dan menyembul dari balik handuk

Ketika Setan sudah menguasaiku kuturunkan Bra Tante Reka dan kutRekankan Wajahku dibelah payudaranya lalu kujepitkan wajahku dengan payudaranya

Tante Reka Terkejut Ketika Membuka Matanya karena Melihatku Sedang Bermain Dengan Toketnya

” Eeeh!! Kamu Ngapain? Awas! Jangan Gituin Toket Tante ” katanya berusaha berontak.

” Tante Diam Saja. Randi Sudah Tidak tahan Lihat Tubuh Tante! ” satu tanganku turun dan memilin-milin salah satu puting susunya yang mulai mengeras.

” Aaakh.. Jangan main Paksa Dong ” jawabnya dengan suara yang bergetar.

” Iyah Udah Nggak Tahan Banget Nih Tan, Abis Tante Menggoda banget sih”kataku

” Ya udah terserah kamu aja ” katanya

Cerita Lainnya:   Cerita Tubuhku Dinikmatin Pacarku Dan Ayahku

Kubuka Kaitan Branya langsung kusedot kedua puting susu Tante Reka yang kencang kemerah-merahan, Kubuka juga Celana Dalamnya Dengan Tangan Yang Salah Lagi. Kulihat vaginanya yang ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang lebat, kucium vaginanya dan tanganku meremas remas pantatnya. Pelan-pelan lidahku yang basah menelusup himpitan daging yang lembut dan meneyntuh kloritas didalamnya.


” Aaakkhh.. Aaaahhh.. Aaahhkkk ” kucium sekitar vaginanya sampai tenang lagi. Kembali kumasukkan lidahku sampai menyentuh kloritasnya, Kelihatannya Tante Reka sangat menikmati tarian lidahku dalam vaginanya, terlihat dari tangannya yang meremas remas puting susunya sendiri. rangsangan semakin kutingkatkan keseluruh bagian dalam vaginanya.

” Oohh..Awwsss..Ohhhh Ren” Kadang-kadang kuhisap dengan tiba-tiba sehingga Tante Reka menggeliat dengan cepat, tubuhnya naik turun bahkan berputar-putar mengikuti jilatanku. Beberapa menit kemudian tubuh Tante Reka menegang danmenjepit kepalaku dengan sepasang paha mulusnya. Kedua tangannya mendorong kepalaku agar labih masuk kedalam vaginanya yang mengeluarkan cairan hangat.

” Aaaku Keluarr sayangg Aaahh ooohhh ” dengan perlahan Tante Reka mengendurkan jepitannya, aku berdiri untuk membersihkan wajahku kulihat Tante Reka masih menikmati sisa orgasmenya. Pasti sudah lama vaginanya tidak dijilat seperti tadi pikirku tersenyum.

Tanganku langsung meremas-remas susunya. Ia mendesah halus kemudian berbalikdan langsung menyerbu bibirku. dia meremas-remas penisku cukup lama sambil menjilatinya sampai akhirnya dia menelan habis semua batang penisku itu.

” ooohh…Aaahhhh Sshhht ” desahku saat Tante Reka maju mundur mengulum penisku sementara lidahnya menari-nari disekitar penisku yang terkulum. Setelah beberapa menit kucabut penisku dan kutarik kepalanya dia terlihat kecewa.

” tante aku udah gak tahan ” bisikku sambil mengelus pantatnnya.

” ya udah .. tapi pelan-pelan aja ya ” sambil membuka agak lebar kedua pahanya.

Secara perlahan aku masukkan kontolku ke memek Tante Reka. Kurasakan sensasi yang luar biasa saat penisku mulai tenggelam didalam vagina Tante Reka, otot-otot vaginanya terasa menRekan-nRekan penisku. Tante Reka cuma bisa mendesah menikmatinya.



Kemudian dengan mengkakngkang lebar Tante Reka biarkan aku leluasa menggenjot vaginanya. Mata Tante Reka terpejam dan mulutnya mendesah tak karuan. Kenikmatan mulai menjalari tubuh kRekarku, kukencangkan otot perutku penisku semakin keras memanjang.

Cerita Lainnya:   Cerita Tetanggaku Janda Montok Seksi Dan Binal

” Aaah.. oough ” ia mengerang keras. bobot tubuhnya tak sanggup ditopang lututnya yang goyah oleh rasa nikmat yang tak terkira, aku terus menggerakkan pantatku maju mundur sambil mendengar suara keciprak lendir yang membanjiri vaginanya.

Akhirnya dengan mengerahkan sisa tenagaku kusentakkan pantatku kedepan untuk membenamkan penisku sedalam-dalamnya dilobang vaginanya. Tante Reka kembali menjerit halus dan tubuh kami menyatu. Tangannya ketat memelukku kepalanya tersekat dibahuku sehingga jeritannya tersekat disana. Kurasakan gelombang nikmat orgasme merayapi tubuhku, kuremas kuat pantatnya tubuh kami diam membatu mereguk sisa kenikmatan.

kubuka pahanya lebar-lebar kumasukkan lagi penisku dengan cepat kelubang vaginanya dan Tante Reka mendesah kecil. Dengan segera desahan itu menjadi erangan dan jeritan ketika aku mempercepat gerakan pantatku. Tangannya bergerak taktentu demikian pula kakinya yang mengkang lebar itu.

” aargghh.. oouuhh” jerit Tante Reka. Tapi aku tak memperdulikan jeritannya itu, pantatku terus beraksi, penisku menerobos masuk ruang vaginanya. Kurasakan lahar panas dipenisku akan meledak. Maka kurankul pundaknya dan Tante Reka, dengan satu hentakan pantat yang keras kubenamkan penisku sedalam-dalamnya dilubang vaginanya. Akhirnya kemudian gelombang orgasme melanda seluruh tubuhku.

” Crot..crot..crot ” spermaku mengalir deras diliang vaginanya diiringi jeritan keras tante Reka.

” Tante sudah puas kan?” bisikku. Dia mengangguk dan akhirnya kami berdua tertidur tanpa sempat merubah posisi.

Tuesday, 30 May 2023

Tubuhku Dinikmatin Pacarku Dan Ayahku

Tubuhku Dinikmatin Pacarku Dan Ayahku


Tubuhku Dinikmatin Pacarku Dan Ayahku - Namaku Mita. Aku adalah anak Satu-satunya. Ibuku adalah wanita yang selalu merawat tubuhnya wajahnya Cantik, Putih, Sexy, Bohay Aku selalu dimanja ibuku. dia selalu menyuruhku untuk membersikan tubuh. Tubuhku putih bersih molek payudara besar dan pantat yang bulat semok aku selalu menjadi perhatian Warga Lingkuganku karena kesexy-an tubuhku.

 

Aku menyuruh pacarku datang kerumah, Aku ingin melakukan Persetubuhan dengannya karena aku susah sekali mencapai nikmat.

 

Singkat cerita, Aku sudah telanjang didalam kamar sedangkan Pacarku Baru dari kamar mandi, Ketika dia Masuk kekamar aku sudah mengangkang sambil memainkan klistorisku. Pacarku melepas semua pakaiannya aku melihat kontolnya sudah mengacung siap menghujam memekku, saat dia sudah didepan ranjang kuraih kontolnya kukulum dengan kuat “srupp srupp ehm srup” Kukuakkan lubang kecil itu, lalu kujulurkan ujung lidahku ke dalam.


Tangannya pun mulai bermain di kedua bukitku. Aku benar-benar terangsang. Aku sudah bisa merasakan bahwa vaginaku sudah basah. lalu mempermainkan vaginaku dengan jarinya. Terasa sentuhan jarinya di antara kedua bibir kemaluanku. Dimainin dia klitorisku.


Dia mencabut kontolnya dari mulutku dan mengarah ke selangkangkanku pahaku. aku rasakan jilatan-jilatan lidahnya di bibir memekku. Bukan itu saja, klitorisku dihisapnya, sesekali lidahnya ditenggelamkannya ke lubangku.


“Sayangg Aku udah nngak tahan, Gatel banget memek aku” Kataku


“Akuu beluum puas sama mekimu” Jawabnya


“Ah.. aku nggak tahan lagi, aku mau batangmu, Sayang!!” Bujukku


Dia bangkit dan membuka lebar pahaku dan diolehkan ludahnya di memekku Digosok-gosokannya kepala penisnya sebentar lalu.. “Bless..” batang itu masuk dengan lancar. vaginaku sudah banjir. nikmat sekali. Disodok-sodok, maju mundur.. maju mundur.

 

 

Aku tidak tinggal diam. Kugoyang-goyang juga pantatku. Kadang kakiku kulingkarkan ke pinggangnya. Setelah 10menitan Dia Melenguh “Sayang Aku mau keluar Aahh” Dicabut kontolnya dan dimasukan kedalam lubang pantatku yang memang sudah bisa dimasukin penis karena kebrutalanku dengan sex


“Aaaw sakitt, Pelan pelan Anusku seret Ohh” rungutku.

dipompanya anusku dengan kencang ohh luar biasa nikmatnya asal dia mau memuntahkan spermanya selalu dianusku ntah mengapa dia sangat suka dengan jepitan anusku


Cerita Lainnya:   Nafsu Gede Bude Rina Yang Montok


“Aaahh..oohh…Aaahh…Ohhh!” Desahanku karena nikmat .


“Nit akuu keluuarr nih Aaahh,” lenguhnya menyemprotkan spermanya didalam anusku

Setelah itu dia berpakaian Lalu pergi tibatiba, Aku yang masih dalam keadaan tidak terpuaskan merasa Kesel banget dalam hatiku

Aku biarkan saja dia, Lalu aku tidur saja tanpa menggunakan pakaian tapi setelah itu aku merasakan ada yang sedang menjilati memekku membuatku terbangun


Aku membuka mata dan melihat siapa yang sedang menikmati mekiku dan ternyata itu adalah Papaku!!

“Aaah Papa ngapainn?? Aaahh”Kataku terkejut sambil mendesah karena nikmat juga jilatan sih bajingan ini


“Sudah Mita Papa tau kamu barusaja ngentot dengan pacarmu kan?. Sekarang Gantian Papa yang menikmati tubuhmu karena Papa sudah melihat semua kelakuan kalian daritadi dibalik pintu!”katanya sambil menghisap klistorisku dan jarinya menusuk-nusuk lubang pepekku

Aku diam aja tak menyahut.

 


“Git, Berikan Papa tubuhmu Papa janji bakal puasin kamu sampe mucratt teruss!”katanya meyakinkanku

“Tapikan? Aaahh Sshh Nikmatt yah Entot Aku seakarangg Aku pengen Mucratin Maniku” rancauku menggila


Ternyata Papa sudah Telanjang Bulat, Aku terkejut. Kulihat penis Papaku jauh lebih besar, jauh lebih panjang dari penis si pacarku. Tak tahu aku berapa ukurannya, yang jelas panjang, besar, mendongak, keras, hitam, berurat, berbulu lebat.


Kemudian Aku didudukkannya di sofa. Pahaku dibukanya lebar-lebar. Dia berlutut di hadapanku lalu kepalanya berada di antara kedua pangkal pahaku.


Papaku menjilati pepekku yang sudah mulai becek lagi, dia menyapu seluruh permukaan memekku yang lezat dihisapnya bibir memekku klistorisku dan dimasukan lidahnya didalam lubang memekku


Dihisapinya, bahkan digigit-gigit kecil “Ohhh.. ooohhhh.. enak, Yah di situ Yah, enak, nikmat Yah,” tanpa sadar, Cukup Lama Papa Menguasai memekku . Tiba-tiba, aku merasakan nikmat yang sangat dahsyat, yang tak pernah kumiliki sebelumnya. Akhirnyaaa Akuu merasakan yang namanya Orgasmmee!!


Aku sangat lemas dibuat Papa. Papa mungkin tahu kalau aku sudah orgasme, maka dihentikannya menjilat lubang kewanitaanku. Papa berbaring di sofa dan mengangkatku ke atasnya.

“Masukkan kontol Papa kememekmu git” ujar Papa.


Cerita Lainnya:  Permainan Panas Dengan wanita Hamil Muda


Kuraih batang itu lalu kuarahkan ke vaginaku. Ahhhh.. sedikit sakit dan agak susah masuknya, tapi Papa menyodokkan pantatnya ke depan.


“Awww Pelan yah memekku sempit” Lalu berhenti sejenak, tapi batang itu sudah tenggelam setengah akibat sodokan Papa tadi. Kugoyang perlahan.


Dengan perlahan pula batang itu semakin masuk dan semakin masuk. Rasanya nikmat sekali sesudah batang itu masuk sepenuhnya dimemeku. Karena dikuasai nafsu, rasa maluku sudah hilang. Kusetubuhi Papaku dengan rakus. Ekspresi Papaku makin menambah nafsuku. Remasan tangan Papaku di kedua payudaraku semakin menimbulkan rasa nikmat. Kogoyang pantatku dengan irama keras dan cepat.


Tiba-tiba, aku mau orgasme, tapi Papa berkata, “Jangann Orgasme dulu Git, Kamu Nungging yah biar kamu rasakan sensasi kenikmatan luar biasa”

“Iyah yah, cepetan masukin kontol Papa Mita udah nggak tahan banget ini” kataku


Tiba-tiba kurasakan gesekan kepala penis di permukaan lubangku kemudian.. “Bless..” batang itu masuk ke lubangku. Yang begini belum pernah kurasakan. Tapi yang begini ini rasanya selangit. Tak terkatakan nikmatnya.


Hujaman-hujaman batang itu terasa menggesek seluruh liang kewanitaanku, sampai Kepala kontol Papa terus menabrak Rahimku, yang membuatku merasa semakin nikmat. Kurasakan sodokan Papa makin keras dan makin cepat.


Perasaan yang kudapat pun makin lama makin nikmat. Tiba-tiba, “Aaauhhh…Oohh Sshtt Ooooohh ” kenikmatan itu meladak. Aku orgasme untuk yang kedua kalinya.


Hentakan Papa makin cepat saja, tiba-tiba kudengar desahan panjangnya. Seiring dengan itu ditancapkan dalamdalam kontolnya didalam memekku. Crrottt tersembur semua Spermanya didalam memekku yang becek


Papa memelukku dan menciumku, “Mita?, kapan-kapan, kalau nggak ada Mama, kita main lagi yah.”

Saturday, 27 May 2023

Tetanggaku Janda Montok Seksi Dan Binal

Tetanggaku Janda Montok Seksi Dan Binal

Tetanggaku Janda Montok Seksi Dan Binal

Tetanggaku Janda Montok Seksi Dan Binal - Aku Tony umurku 24 tahun, aku seorang Kepala keluarga aku mempuyai seorang istri yang cantik dan Sexy banyak sekali tetanggku yang tergila-gila dengan istriku tapi dia sedang kerja keluar negri mengurusih proyekku, sedangkan aku sedang mengurusih Pembangunan Terbesar ku di Semarang

Singkat cerita aku bertemu dengan Astrid Seorang Janda 1 anak yang ditinggal oleh suaminya karena suaminya selingkuh.

Aku bertemu dengannya karena dia barusan pindah saja kedaerah komplekku jadi aku terkesima melihatnya dari bawah hingga keatas sungguh mulus wanita ini

aku memberanikan diri untuk berkenalan dengannya langsung dan ingin mendekatinya mana tau dapat ^^ heheh

“Selamat Siang Mbak? Baru pindahan kemari yah?”

“Iyah Mas, Kenapa yah mas?”

“Ohh tidak apa kok mbak, pantesan kayak jarang aja ngelihat mbak gelis disini.” Candaku memecahkan suasana

“Ah mas bisa aja, Ohyah mas mau mampir kerumah? itung itung silaturami aja.” Tawarnya

“Ehm gimana yah ? Ntar suami kamu marah lagi?”

“Aku sudah tidak punya suami mas, Dia udah pergi ninggalin aku sama anakku”

“Ohh begitu, yasuudah ntar malam aku kerumah kamu main main”

“Janjii yah mas? Aku tunggu yah byee~!”

Lalu aku pulang tidur ketika sudah jam 7 aku bergegas mandi dan bersiap siap dengan pakaian Rapi dan janganlupa Wangi^^hehe

Ketika aku sudah sampai didepan rumah Astrid Kuketok pintunya
*Tok Tok Tok Permisii*

“Kamu sudah datang yah, Selamat datang ke rumahku. Silakan masuk mas”, katanya.

Ia mengembangkan tangannya dan aku dirangkulnya. Sebuah ciuman mendarat di pipiku. Aku berdebaran. Ia menggandengku ke ruang tengah dan duduk di sofa yang empuk. Mulutku seakan terkunci. Beberapa saat bercakap-cakap, si pembantu rumah tangga datang menghantar minuman.

“Silahkan diminum, Mas”, katanya



“Sudah tidak usah Mbak, Aku juga sebentar lagi pergi”

“Ayo minum. Santai aja, aku mandi dulu”, katanya sambil menepuk pahaku.

Tersenyum-senyum ia berlalu ke kamar mandi. Di saat itu kuperhatikan. Pakaian santai yang dikenakannya cukup memberikan gambaran bentuk tubuhnya. Buah dadanya yang montok itu menonjol ke depan. Pantatnya yang besar dan bulat berayun-ayun lembut mengikuti gerak jalannya. Pahanya padat dan mulus ditopang oleh betis yang indah.

Ketika akhirnya ia muncul, Astrid membuatku terkesima. Rambutnya yang panjang sampai di punggungnya dibiarkan tergerai. Wajahnya segar dan manis. Ia mengenakan baju tidur longgar berwarna abuabu dipadu celana berenda berwarna merah.

Tetapi yang membuat mataku membelalak ialah bahan pakaian itu tipis, Pemandangan yang menggairahkan ini spontan mengungkit nafsu birahiku. Kemaluanku mulai bergerak-gerak dan berdenyut-denyut.

Cerita Lainnya:   Cerita Enak Dosen Olahragaku Yang Binal

Ia lalu mencium pipiku. Dalam hitungan detik mulut kami sudah lekat berpagutan. Aku merengkuh tubuh montok itu ketat ke dalam pelukanku. Tanganku mulai meraba tubuhnya. Aku mendapatkan Buah dadanya yang besar dan pentil sudah mengeras

Peralahan-lahan tanganku menyentuh gundukan kemaluannya yang masih tertutup celana dalam tipis. Jariku menelikung ke balik celana dalam itu dan menyentuh bibir kemaluannya. Astrid Mendesah


“Aaahh” Membuah tubuhku panas

Kontolku sudah mengacung keluar dari celanaku Tangan lembut Astrid memegang batangku yang besar dan dikocokan lembut seperti masih terkejut dengan ukuran yang tidak standart itu

“Lumayan.. Besarnya”, kata Astrid sambil mengelus lembut kemaluanku.

“Kita pindah kekamar aja yuk?”, katanya sambil menarik tanganku

Masuk ke kamar tidurnya, kurebahkan tubuh itu ke ranjang yang lebar dan empuk. Aku menariknya berdiri dan mulai melepaskan BH dan celana dalamnya.

“Kok Diam? Semuanya ini milikmu”, katanya sambil merentangkan tangan dan mendekatiku.

Kuserga buah dada kanannya sembari tangan kananku meremas-remas buah dada kirinya. Bibirku mengulum puting buah dadanya yang mengeras itu.

Buah dadanya juga mengeras diiringi. Puas buah dada kanan mulutku beralih ke buah dada kiri. Lalu perlahan tetapi pasti aku menuruni perutnya. Ia menggelinjang-linjang menahan desakan birahi yang semakin menggila. Aku menjilati perutnya yang rata dan menjulurkan lidahku ke pusarnya.

“Auu..” erangnya, “Oh.. Oh.. Oh..” jeritnya semakin keras.

Mulutku semakin mendekati pangkal pahanya. menampakkan lubang surgawinya yang telah merekah dan basah. Rambut hitam lebat melingkupi lubang yang kemerah-merahan itu. Kudekatkan mulutku ke lubang itu dan perlahan lidahku menyuruk ke dalam lubang yang telah basah membanjir itu.

Ia menjerit dan spontan duduk sambil menekan kepalaku sehingga lidahku lebih dalam terbenam. Tubuhnya menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan. Pantatnya menggeletar hebat sedang pahanya semakin lebar membuka.

“Aaa.. Auu.. Ooo..”, jeritnya keras.

Aku tahu tidak ada sesuatu pun yang bakalan menghalangiku menikmati dan menyetubuhi si canting bahenon nan seksi ini. Tapi aku tak ingin menikmatinya sebagai orang rakus. Sedikit demi sedikit tetapi sangat nikmat. Aku terus mempermainkan klitorisnya dengan lidahku.

Tiba-tiba ia menghentakkan pantatnya ke atas dan memegang kepalaku erat-erat. Pada saat itu kurasakan banjir cairan vaginanya. Ia sudah mencapai orgasme yang pertama. Aku berhenti sejenak membiarkan ia menikmatinya. Sesudah itu mulailah aku menjelajahi kembali bagian tersensitif dari tubuhnya itu.

Kembali erangan suaranya terdengar tanda birahinya mulai menaik lagi. Tangannya terjulur mencari-cari batang kejantananku. Kemaluanku telah tegak sekeras beton. Ia meremasnya. Aku menjerit kecil, karena nafsuku pun sudah diubun-ubun butuh penyelesaian.

Cerita Lainnya:   Hasrat Sex Bu Rini Dan Pembantunya Marwan



Ia membuka pahanya lebar-lebar siap menerima gesekan gesekan kontolku. Kepalanya bergerak-gerak di atas rambutnya yang terserak.

mulutnya dibungkam. Matanya terpejam. Kuturunkan pantatku. Batang kemaluanku berkilat-kilat dan memerah kepalanya siap menjalankan tugasnya. Kuusap-usapkan kemaluanku di bibir kemaluannya. Ia semakin menggelinjang seperti kepinding.

“Cepatt Tonn, Aku udah nggak tahan nih” jeritnya.

Kuturunkan pantatku perlahan-lahan. Dan.. BLESSSSHH!

Kemaluanku menerobos liang senggamanya diiringi jeritannya. Aku berhenti sebentar membiarkan dia menikmatinya. Lalu kutekan lagi pantatku sehingga kemaluanku yang panjang dan besar itu menerobos ke dalam dan terbenam sepenuhnya dalam liang memeknya miliknya.

Ia menghentak-hentakkan pantatnya ke atas agar lebih dalam menerima diriku. Lalu perlahan-lahan aku mulai menggerakkan kemaluanku. Balasannya juga luar biasa.

Dinding-dinding lubang kemaluannya menyedot batang kemaluanku. Rasanya seberti digigit-gigit. Pantatnya yang bulat besar itu diputar-putar untuk memperbesar rasa nikmat. Buah dadanya tergoncang-goncang seirama dengan genjotanku di kemaluannya.

Matanya terpejam dan bibirnya terbuka, berdesis-desis mulutnya menahankan rasa nikmat. Lidahku bertemu lidahnya. Sementara di bawah sana kemaluanku leluasa bertarung dengan kemaluannya, di sini lidahku pun leluasa bertarung dengan lidahnya.

“Ohhh Ohhhh Ehmmm ..”, erangnya, “Lebih keras sayang, Lebihh dalammm sayang sodoknya. Lebih keras.. Oooaah!”

Pahanya semakin lebar mengangkang. Terdengar bunyi kecipak lendir kemaluannya. kurasahkan spermaku akan meledak didalam mekinya.

“Aku mau keluarr Tonn”, bisikku di sela-sela nafasku memburu.

“Kita Bareng..ann yahh, Aku mau Kamu ngeluarinnya didalamm sayang” Pintahnya memelas

Kedua tanganku mencengkam kedua buah dadanya. kuhentakkan pantatku dan kontolku membenam sedalam-dalamnya. Spermaku memancar deras. Ia pun melolong panjang dan menghentakkan pantatnya ke atas menerima diriku sedalam-dalamnya.

“Aaahh Aahhh Ohhh sayangg enakk Aaahh” Jeritannya



Sekitar sepuluh menit kami diam. Lalu perlahan-lahan aku mengangkat tubuhku. Aku memandangi wajahnya yang berbinar karena birahinya telah terpuaskan. Ia tersenyum dan membelai wajahku.



“Tony kamu benar benar hebat sekali sampai aku nggak tahan”, katanya,”

“Kalau kamu lagi pingin, telepon saja aku,” lanjutnya, “Tapi kalau aku yang pingin, boleh kan aku nelpon?”

“Bolehh dong, serah kamu aja deh”, balasku cepat.

“Mulai sekarang kamu bisa menyetubuhi aku kapan saja. Tinggal kabarkan”, katanya.

Aku mencabut kemaluanku dan rebah di sampingnya. Ia lalu mengajakku mandi. Terus menerus kami melakukannya kapanpun kami mau. Kami terus berpacu dalam birahi untuk memuaskan nafsu.


Dosen Olahragaku Yang Binal

Dosen Olahragaku Yang Binal

Dosen Olahragaku Yang Binal

Dosen Olahragaku Yang Binal
- Pada waktu itu aku dipanggil ke rumah dosen Olaragaku yang masih muda, sekitar 25 tahun. Namanya Sherly Tubuh yang Montok Padar, Payudara Besar nyembul, Pantat yang semok bulat. Dipanggil ke rumahnya karena saku ada makalah yang ketinggalan dikelas. Malam harinya saya pun ke rumahnya sekitar jam 8 malam. Saat itu rumahnya hanya dirinya saja.

Saat saya membuka pintu rumahnya, saya agak terbelalak karena dia memakai gaun tidur yang tipis, sehingga terlihat payudara yang menyumbul keluar. Aku masuk Dosenku pun menyambutku dengan manis. Dia membawakanku secangkir Teh ketika dia hendak duduk piringnya jatuh Lasmi membungkung membelakangiku dan jelas Belahan bibir memeknya yang tebal Terlihat

Kemudian dosen saya yang sudah duduk disamping dan memegang batang saya yang sudah tegang

“Kamu kepingin entotin ibu yah?, mata kamu nakal ngelihatin memek aku terus ?” katanya sambil tertawa kecil

“Ah nggak Buk Sherly, Ibu kan sudah punya Suami” tolakku

“Nggak papa kok kalo kamu pingin.., Lagian Ibu juga belum punya suami”

“Ohh, Yasudah kalau ibu memaksa” Senyumku

Sherly Menarikku masuk kedalam kamarnya

“Fadly Coba kamu balik belakang sebentar ntar aku kasih hadiah” Saat kami masuk, ia berkata aku nurut dan berbalik kebelakang setelah 1 menit dia menyuruhku membalikan tubuhku kedepan kembali

“Loh? Bu las ngapain telanjang? Ntar dilihat dikira ada apa apa” kataku

Kemudian ia menarik tangan saya ke payudaranya, oh sungguh kenyal dan besar. Kemudian tanganku diputar putar dipayudaranya terasa sekali puting Buk Sherly sudah mengeras

Kemudian ia membalikkan tubuhnya, ia tersenyum sambil mengelusgelus vaginanya. Terlihat di sekitar kemaluan1nya banyak ditumbuhi bulu yang lebat.

“Sudah.., tenang saja! Pokoknya puaskan aku malam ini, kalau perlu hingga pagi.”

Cerita Lainnya:   Cerita Muda Mudi Hasrat Sex Bu Rini Dan Pembantunya Marwan

Aku jadi tergiur dengan tubuhnya yang molek, aku membuka baju kaosku dan celana boxerku langsung mencium bibirnya dengan posisi kontolku sudah mengacung tegak keatas. Kulengketkan kontolku di sela sela selangkangan vaginanya

“Wahh, Panjang sekali punya kamu”

Bus Sherly melepas ciumanku dan langsung mengulum batang sampai kepala kontolku.

“Ooohh Ssshht Ennakk Las, Aaaahh” desahku memanggil namanya langsung

Aku memegang kepalanya dan kumaju mundurkan kepalanya sambil tetap mengulum kontol besarku. Sekiranya aku sudah mau keluar aku memberhentikan kulumannya. aku mengarah kebawah tepat dibawah vaginanya yang sudah sedikit becek

kuangkat kakinya diatas meja, kujilati vaginanya dan kumasukan jariku keanusnya yang ternyata sudah tidak rapet alias ( Dobol)

“Awwwuuuuuu, sakit Fadly sayangg, Cepat masukkan kontolmu.. ke memek ibu!” katanya.

“Iyahh Sherly sayangg,” jawab saya sambil mencoba mengesekan batang kemaluan saya ke liang senggamanya.


Lalu kumasukan perlahan kepala dan batangku, Aku kaget ternyata Ibu Sherly sudah tidak perawan

“Bu Sherly sudah tidak perawan yah ?”

“Iyah Fadly Ibu sudah di perawanin sama pacar ibu, jadi ibu sekarang ketagihan Sex tapi tidak ada pelampiasan” Katanya sambil mengerang sesekali

“ohh begitu, yasudah saya siap kapan aja untuk muasin hasrat ibu” kataku sambil menjiltin lagi bibir memeknya yang enak

Kemudian ia terus menggelinjang-gelinjang saat dimasukkannya penis saya sambil berkata, “Ohh… ohhh… besar sekali penismu, agak serat kalau masuk ke lubangku?”

“Ah nggak kok Bu..” jawab saya sambil terus berusaha memasukkan batang keperkasaan saya.

Kemudian, untuk melonggarkan lubang vaginanya, saya pun memutar-mutar batang kontolku dan kutusuk-tusuk kepala kontolku dilubangnya.

“Ohhh… ohhh… Terus sayangg, masukkan terus,” katanya memohon.

“Oohh Sssshhhtt… aha hhah.. ah…” desahnya yang diikuti dengan teriakannya, “Oh my good..! Enakkkk sayangg Genjot memekku Aaahh..!”

Cerita Lainnya:   Cerita Nikmat Nafsu Gede Ibu Mertuaku

Saya pun mulai memompa batang kemaluan saya keluar masuk. Tidak sampai semenit kemudian, Bu Sherly orgasme.

“Oh Fadly, Ibu keluar.. nikmatnya kontolmu” terasa hangat dan kental sekali cairan itu.
setelah cairan itu membasahi batangku, kupompa semakin kencang lubang memeknya yang becek ” Clop Clop Clup ” Bunyi Kontolku menerobos memek beceknya

“oooohh sayanggg enakk teruss Aaahhh”



“ak…uuu keluu..uua..aaar Las…mii..ii sayangg Oohh”


Dosen Olahragaku Yang Binal - kucabut batang kontolku kumasukan kedalam mulut Sherly yang mungill “Croot Croott” Disedotnya semua cairan spermaku sampai tak bersisa Nikmatnya

Setelah 15 menit bermain dengan posisi ku berada di atasnya, kemudian kusuruh Bu Sherly pindah ke atas saya sekarang. Ia pun terlihat agresif dengan posisi seperti itu.

“Aaahh….Oohhh…Auuuwh..sayangg enakkk Ooohhh”dia merancau sambil menggoyang kan pinggangnya

15 menit kemudian ia ternyata orgasme yang kedua kalinya.

“Oh, cepat sekali dia orgasme, padahal aku belum sekalipun orgasme.” batin saya.

Kami langsung menganti posisi dengan gaya Doogge Style, Kumasukan batangku kelubang vaginanya lagi kuhentakan kontolku terus menerus

“Ooooh sayang pelann Oahhh Enakk Pelan sayang” katanya.

15 menit kemudian ia ternyata mengalami orgasme yang ketiga kalinya.

“Aww…hhh sa..yang aku kel.u…uarr lag..iii nih kamu buattt” desahnya sambil memuncratkan kembali cairan kemaluannya yang banyak itu.

Setelah terasa penuh di ujung kepala penis saya, kemudian saya keluarkan batang kontolku dan kemudian mengeluarkan cairan lahar panas itu di atas buah dadanya sambil mengusap-usap lembut.

Hasrat Sex Bu Rini Dan Pembantunya Marwan

Hasrat Sex Bu Rini Dan Pembantunya Marwan

Hasrat Sex Bu Rini Dan Pembantunya Marwan

Hasrat Sex Bu Rini Dan Pembantunya Marwan
- Namanya Marwan. Dia adalah bawahanku dikantor Berasal dari Bandung yang sebenarnya tidak jauh-jauh sekali dari kota J. Di kota J. Suami istri berkecukupan dengan seorang lagi pembantu wanita Marni, dengan usia kurang lebih diatas Marwan 3-4 tahun. Marwan sendiri berumur 19 tahun jalan.

Suatu hari nyonya majikannya yang masih muda, Ibu Rini atau biasa mereka memanggil Bu Rini, mendekati mereka berdua yang tengah sibuk di dapur yang sedang membereskan dapur

“Marni.., besok Bapak hendak ke Aceh lagi. Tolong siapkan pakaian secukupnya..” perintahnya.
“Kira-kira berapa hari Bu..?” tanya Marni hormat.
“Cukup lama.. mungkin hampir satu bulan.”
“Baiklah Bu..” tukas Marni mahfum.

Bu Rini segera berlalu melewati Marwan yang tengah membersihkan kamar tersebut. Dia mengangguk keRini Marwan membungkuk hormat padanya.

Ibu Rini itu masih muda, paling tua mungkin sekitar 32 tahunan, begitu Marni pernah cerita kepadanya. Mereka menikah belum lama dan termasuk lambat karena keduanya sibuk di study dan pekerjaan. Namun setelah menikah, Bu Rini nampaknya lebih banyak di rumah. Walaupun sifatnya hanya sementara, sekedar untuk jeda istirahat saja.

Dengan perawakan langsing, dada besar sekitaran 36B, hidung mancung, bibir tipis dan Bokongnya yang Bulat kenyal serta kaki yang lenjang, Bu Rini terkesan angkuh dan anggun. Namun kelihatan kalau dia seorang yang baik hati dan dapat mengerti kesulitan hidup orang lain.

Namun Marwan tahu pasti Marni lebih dekat dengan majikannya, karena mereka sering bercakap-cakap di dapur atau di ruang tengah bila waktunya senggang. Beberapa hari kepergian Bapak ke Aceh, Marwan tanpa sengaja menguping pembicaraan kedua wanita tersebut.

“Itulah Marni.. kadang-kadang belajar perlu juga..” suara Bu Rini terdengar agak geli.
“Di kampung memang terus terang saya pernah Bu..” Marni nampak agak bebas menjawab.
“O ya..?”
“Iya.. kami.. sst.. pss..” dan seterusnya Marwan tidak dapat lagi menangkap isi pembicaraan tersebut. Hanya kemudian terdengar tawa berderai mereka berdua.

Marwan mulai lupa percakapan yang menimbulkan tanda tanya tersebut karena kesibukannya setiap hari. Membersihkan halaman, merawat tanaman, memperbaiki kondisi rumah, pagar dan sebagainya yang dianggap perlu ditangani. Hari demi hari berlalu begitu saja. Hingga suatu sore, Marwan agak terkejut keRini dia tengah beristirahat sebentar di kamarnya.

Tiba-tiba pintu terbuka, “Kriieet.. Blegh..!” pintu itu segera menutup lagi. Dihadapannya kini Bu Rini majikannya berdiri menatapnya dengan pandangan yang tidak dapat ia mengerti.

“Marwan…” suaranya agak serak.
“Jangan kaget.. nggak ada apa-apa. Ibu hanya ada perlu sebentar..”
“Maaf Bu..!” Marwan cepat-cepat mengenakan kaosnya.

Barusan dia hanya bercelana pendek. Bu Rini diam dan memberi kesempatan Marwan mengenakan kaosnya hingga selesai. Nampaknya Bu Rini sudah dapat menguasai diri lagi. Dengan mimik biasa dia segera menyampaikan maksud kedatangannya.

“Hmm..,” dia melirik ke pintu.
“Ibu minta kamu nggak usah cerita ke siapa-siapa. Ibu hanya perlu meminjam sesuatu darimu..”
Kemudian dia segera melemparkan sebuah majalah.
“Lihat dan cepatlah ikuti perintah Ibu..!” suara Bu Rini agak menekan.

Agak gelagapan Marwan membuka majalah tersebut dan terperangah mendapati berbagai gambar yang menyebabkan nafasnya langsung memburu. Meski orang kampung, dia mengerti apa arti semua ini. Apalagi jujur dia memang tengah menginjak usia yang sering kali membuatnya terbangun di tengah malam karena bayangan dan hawa yang menyesakkan dada bila baru nonton TV atau membaca artikel yang sedikit nyerempet ke arah “itu”.

Sejurus diamatinya Bu Rini yang tengah bergerak menuju pintu. Beliau mengenakan kaos hijau ketat, sementara bawahannya berupa rok yang agak longgar warna hitam agak berkilat entah apa bahannya. Segera tangan putih mulus itu menggerendel pintu.

Kemudian..,

“Berbaringlah.. dan lepaskan celanamu..!”

Agak ragu Marwan mulai membuka.

“Dalemannya juga..” agak jengah Bu Rini mengucapkan itu.

Dengan sangat malu Marwan melepaskan CD-nya. Sejenak kemudian terpampanglah Kontolnya ke atas.

Lain dari pikiran Marwan , ternyata Bu Rini tidak segera ikut membuka pakaiannya. Dengan wajah menunduk tanpa mau melihat ke wajahnya, dia segera bergerak naik ke atas tubuhnya. Marwan merasakan desiran hebat ketika betis mereka bersentuhan.

Tanpa memperlihatkan sedikitpun bagian tubuhnya, Bu Rini nampaknya hendak melakukan persetubuhan dengannya. Marwan menghela nafas dan menelan ludah keRini tangan lembut itu memegang alatnya dan,

“Bleesshh..!”

Cerita Lainnya:   Cerita Nikmat Nafsu Gede Ibu Mertuaku

Dengan badan bergetar antara lemas dan kaku, Marwan sedikit mengerang menahan geli dan kenikmatan keRini barangnya dilumat oleh daging hangat nan empuk itu. Dengan masih menunduk Bu Rini mulai menggoyangkan pantatnya. Tangannya menepis tangan Marwan yang secara naluriah hendak merengkuhnya.

“Hhh.. ehh.. sshh.. ” kelihatan Bu Rini menahan nafasnya.
“Aakh.. Bu.. saya.. saya nggak tahan..” Marwan mulai mengeluh.
“Tahann sebentar.. sebentar saja..!” Bu Rini nampak agak marah mengucapkan itu, keringatnya mulai bermunculan di kening dan hidungnya.

Sekuat tenaga Marwan menahan aliran yang hendak meledak di ujung peralatannya. Di atasnya Bu Rini terus berpacu.. bergerak semakin liar hingga dipan tempat mereka berada ikut berderit-derit. Makin lama semakin cepat dan akhirnya nampak Bu Rini mengejang, kepalanya ditengadahkan ke atas memperlihatkan lehernya yang putih berkeringat.

“Aaahhkhh..!”
“Pleph..!” tiba-tiba Bu Rini mencabut pantatnya dari tubuh Marwan. Dia segera berdiri, merapihkan rambutnya dan roknya yang tersingkap sebentar.
“Jangan cerita kepada siapapun..!” tandasnya, “Dan bila kamu belum selesai, kamu bisa puaskan ke Marni..

Marwan terhenyak di atas kasurnya. Sejenak dia berusaha menahan degup jantungnya. Diambilnya nafas dalam-dalam. Sambil sekuat tenaga meredam denyutan di ujung penisnya yang terasa mau menyembur cepat itu. Setelah bisa tenang, dia segera bangkit, mengenakan pakaiannya kemudian berbaring.

Perlakuan Bu Rini berlanjut tiap kali suaminya tidak ada di rumah. Selalu dan selalu dia meninggalkan Marwan dalam keadaan menahan gejolak yang menggelegak tanpa penyelesaian yang layak. Beberapa kali Marwan hendak meneruskan hasrat sex nya ke Marni, tetapi selalu diurungkan karena dia ragu-ragu, apakah semuanya benar-benar sudah diatur oleh majikannya atau hanyalah alasan Bu Rini untuk tidak memberikan balasan pelayanan kepadanya.

“Kriieet..!” ternyata Bu Rini

Nampak segera melangkah masuk kamar. Malam ini beliau mengenakan daster merah jambu bergambar bunga atau daun-daun apa Marwan tidak jelas mengamatinya. Karena segera dirasakannya nafasnya memburu, kerongkongannya tercekat dan ludahnya terasa asin. Wajahnya terasa tebal tak merasakan apa-apa.

Agak terburu-buru Bu Rini segera menutup pintu. Tanpa bicara sedikitpun dia menganggukkan kepalanya. Marwan segera paham. Dia segera menarik tali saklar di kamarnya dan sejenak ruangannya menjadi remang-remang oleh lampu 5 watt warna kehijauan. Sementara menunggu Marwan melepas celananya, Bu Rini nampak menyapukan pandangannya ke seantero kamar.

“Hmm.. anak ini cukup rajin membersihkan kamarnya..” pikirnya.

Tapi segera terhenti ketika dilihatnya “alat pemuasnya” itu sudah siap. Dan.., kejadian itu terulang kembali untuk kesekian kalinya. Setelah selesai Bu Rini segera berdiri dan merapihkan pakaiannya. Dia hendak beranjak keRini tiba-tiba teringat sesuatu.

“Oh Ibu lupa..” terhenti sejenak ucapannya.

Marwan berpikir keras.. kurang apa lagi..? Jujur dia mulai tidak tahan mengatasi hasrat sex nya tiap kali ditinggal begitu saja, ingin sekali dia meraih pinggang sexy itu tiap kali hendak keluar dari pintu.

Lanjutnya, “Hmm.. Marni pulang kampung pagi tadi..” dengan wajah agak masam Bu Rini segera mengurungkan langkahnya. “Rasanya tidak adil kalau hanya Ibu yang dapat. Sementara kamu tertinggal begitu saja karena tidak ada Marni..”

Marwan hampir keceplosan bahwa selama ini dia tidak pernah melanjutkan dengan Marni. Tapi mulutnya segera dikuncinya kuat-kuat. Dia merasa Bu Rini akan memberinya sesuatu. Ternyata benar.. Perempuan itu segera menyuruhnya berdiri.

“Terpaksa Ibu melayani kamu malam ini. Tapi ingat.., jangan sentuh apapun. Kamu hanya boleh melakukannya sesuai dengan yang Ibu lakukan kepadamu..”



Kemudian Bu Rini segera duduk di tepi ranjang. Diraihnya bantal untuk ganjal kepalanya. Sejurus kemudian dia membuka pahanya. Matanya segera menatap Marwan dan memberinya isyarat.

“..” Marwan tergagap. Tak mengira akan diberi kesempatan seperti itu.

“Degh.. degh..” Marwan agak kesulitan memasukkan kontolnya.

Karena selama ini dia memang pasif. Sehingga tidak ada pengalaman memasukkan sama sekali. Tapi dia merasakan nikmat yang luar biasa ketika kepala penisnya menyentuh daging lunak dan bergesekan dengan rambut kemaluan Bu Rini yang tebal itu. Hhh..! Nikmat sekali. Bu Rini menggigit bibir. Ingin rasanya menendang bocah kurang ajar ini.

Cerita Lainnya:   Cerita Enak Nafsu Gede Bude Rina Yang Montok


Tapi dia segera menyadari ini semua dia yang memulai. Badannya menggelinjang menahan geli keRini dengan agak paksa namun tetap pelan Marwan berhasil memasukkan penisnya (yang memang keras dan lumayan itu) ke peralatan rahasianya.

Beberapa saat kemudian Marwan secara naluriah mulai menggoyangkan pantatnya maju mundur.

“Clep.. clep.. clep..!” bunyi penisnya beradu dengan vagina Bu Rini yang basah belum dicuci setelah persetubuhan pertama tadi.
“Plak.. plak.. plakk..,” kadang Marwan terlalu kuat menekan sehingga pahanya beradu dengan paha putih mulus itu.

“Ohh.. enak sekali..” pikir Marwan.

Dia merasakan kenikmatan yang lebih lagi dengan posisi dia yang aktif ini.

“Ehh.. shh.. okh..,” Marwan benar-benar tak kuasa lagi menutupi rasa nikmatnya.

Hampir beberapa menit lamanya keadaan berlangsung seperti itu. Sementara Marwan selintas melirik betapa wajah Bu Rini mulai memerah. Matanya terpejam dan dia melengos ke kiri, kadang ke kanan.

“Hkkhh..” Bu Rini berusaha menahan nafas.

Mulanya dia berfikir pelayanannya hanya akan sebentar karena dia tahu anak ini pasti sudah diujung “konak”-nya. Tapi ternyata, “Huoohh..,”

Bu Rini merasakan otot-otot kewanitaannya tegang lagi menerima gesekan-gesekan kasar dari Marwan. Dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak terbangkitkan hasrat sex nafsu nya.

Dia benar-benar sudah lupa siapa wanita yang dihadapannya ini. yang terfikir adalah keinginan untuk cepat mengeluarkan sesuatu yang terasa deras mengalir dipembuluh darahnya dan ingin segera dikeluarkannya ..!

”Ehh..” Bu Rini tak mampu lagi membendung hasrat sex nafsu nya.

Daster yang tadinya dipegangi agar tubuhnya tidak banyak tersingkap itu terlepas dari tangannya, sehingga kini tersingkap jauh sampai ke atas pinggang. Melihat pemandangan ini Marwan semakin terangsang. Dia menunduk mengamati memeknya yang serba hitam, kontras dengan tubuh putih mulus di depannya yang mulai menggeliat-geliat, sehingga menyebabkan batang kemaluannya semakin teremas-remas.

“Ohh.. aduh.. Bu..,” Marwan mengerang pelan penuh kenikmatan.
Yang jelas Bu Rini tak akan mendengarnya karena beliau sendiri tengah berjuang melawan rangsangan yang semakin dekat ke puncaknya.
“Okh.. hekkhh..” Bu Rini menegang, sekuat tenaga dia menahan diri, tapi sodokan itu benar-benar kuat dan tahan.
Diam-diam dia kagum dengan stamina anak ini.

“Aaakkhh..!” dia mengerang nikmat. Orgasmenya yang kedua dari si Marwan malam ini.

Sementara si Marwan pun sudah tak tahan lagi. Saat paha mulus itu menjepit pinggangnya dan kemudian pantat wanita itu diangkat, penisnya benar-benar seperti dipelintir hingga,

“Cruuth..! crut.. crut..!” memancar suatu cairan kental dari sana. Marwan merasakan nikmat yang luar biasa. Seperti kencing namun terasa enak campur gatal-gatal gimana.”Ohk.. ehh.. hh,” Marwan terkulai.

Tubuhnya bergetar dan dia segera mundur dan mencabut penisnya kemudian terhenyak duduk di kursi sebelah meja di kamarnya. Wajahnya menengadah sementara secara alamiah tangannya terus meremas-remas penisnya, menghabiskan sisa cairan yang ada disana. Ooohh.. enak sekali..

“Berapa jam biasanya kamu melakukan ini dengan Marni, Marwan ..?” tanya Bu Rini menyelidik.

Marwan terdiam. Apakah beliau tidak akan marah kalau dia berterus terang..?

“Kenapa diam..?”

Marwan menghela nafas, “Maaf Bu.. belum pernah.”

“Hah..!? Jadi selama ini kamu..?”

“Iya Bu. Saya hanya diam saja setelah Ibu pergi.”

“Oo..,” Bu Rini melongo.

Sungguh tidak diduga sama sekali kalau itu yang selama ini terjadi. Alangkah tersiksanya selama ini kalau begitu. Aku ternyata egois juga. Tapi..?, masa aku harus melayaninya. Apapun dia kan hanya pembantu. Dia hanya butuh batang muda-nya saja untuk memenuhi hasrat sex nya yang menggebu-gebu terus itu. Selama ini bahkan suami dan pacar-pacarnya dulu tak pernah mengetahuinya. Ini rahasia yang tersimpan rapat.

“Hmm.. baiklah. Ibu minta kamu jangan ceritakan ke siapapun. Sebenarnya Ibu sudah bicara sama Marni mengenai masalah ini. Tapi rupanya kalian tidak nyambung. Ya sudah.. yang penting sekali lagi, pegang rahasia ini erat-erat.. mengerti..?” kembali suaranya berwibawa dan bikin segan.

“Mengerti Bu..,” Marwan menjawab penuh rasa rikuh.